Guruh Soekarnoputra Dilarang Kritis, PDIP Gelar Doa Bersama untuk Kesembuhannya
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Guruh Soekarnoputra dilaporkan dalam kondisi sakit kritis dan saat ini tengah dirawat di rumah sakit. Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli, yang juga anggota fraksi partai tersebut, membenarkan kondisi tersebut. "Betul, mohon doanya," kata Guntur saat dihubungi pada Jumat (25/9). Ia menambahkan bahwa partai telah menggelar doa bersama dan meminta masyarakat Indonesia turut mendoakan kesembuhan putra bungsu Soekarno itu.
Kondisi kritis anggota DPR RI periode 1999-2024 ini menjadi sorotan, mengingat Guruh dikenal sebagai figur publik yang multitalenta. Lahir tahun 1952, ia merupakan anak terakhir dari pernikahan Soekarno dan Fatmawati, serta adik kandung dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Sejarah mencatat Guruh sempat bersekolah di Perguruan Cikini sebelum melanjutkan ke SMA Negeri 25 Jakarta.
Kariernya di bidang pendidikan cukup panjang, mulai dari studi Arkeologi di University of Amsterdam hingga meraih gelar Sarjana Administrasi Publik di STIAMI pada 2005-2008. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen SDM pada 2010. Latar belakang akademis ini melengkapi kiprahnya di dunia politik yang dimulai saat bergabung dengan PDI pada 1982, lalu pindah ke PDIP pada 1999.
Dari sisi seni, Guruh meninggalkan warisan budaya yang signifikan. Ia mendirikan Swara Mahardika dan GSP Production, serta dikenal lewat grup Guruh Gipsy yang ia dirikan bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye. Karya-karyanya yang masih relevan hingga kini meliputi lagu legendaris seperti Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, Lenggang Puspita, dan Galih dan Ratna.
Selepas masa jabatan dewan perwakilan rakyat yang berakhir pada 2024, statusnya sebagai figur publik tetap menjadikan kondisinya bermakna bagi banyak kalangan. Sebagai satu-satunya anak Soekarno yang tersisa dari garis keturunan utama dengan Fatmawati, setiap perkembangan kondisinya tidak hanya bersifat personal, tetapi juga simbolis bagi sejarah keluarga bangsa.
Analisis Redaksi
Kondisi kritis ini menandai titik balik bagi masa pensiun keemasan Guruh di panggung publik. Setelah menyelesaikan masa aktif di DPR, fokus utamanya tampaknya beralih sepenuhnya pada pemulihan kesehatan. Ketidakhadiran nama besar Soekarno di kancah politik aktif membuat peran Guruh semakin tergerus, menggantikannya dengan memori akan warisan seni dan sejarah yang ia pikul.
Doa bersama yang diinisiasi oleh PDI Perjuangan menunjukkan bahwa di balik isu kesehatan, ada dimensi solidaritas politik yang kuat. Langkah logis selanjutnya adalah perawatan intensif di fasilitas medis terbaik, sementara publik menantikan kabar baik. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa di balik figur publik, ada manusia biasa yang rentan terhadap penyakit, dan solidaritas sosial harus lebih dari sekadar ritual seremonial.
