Tim Gabungan Angkat Tiga Jasad Korban KM Virgo dari Dasar Laut, 117 Penumpang Masih Hilang

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Tim Gabungan Angkat Tiga Jasad Korban KM Virgo dari Dasar Laut, 117 Penumpang Masih Hilang
BAGIKAN:

Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 memasuki fase krusial pada hari kesepuluh. Tim penyelam gabungan Basarnas berhasil mengangkat tiga jasad dari dalam badan kapal yang karam di perairan Masalembo, Laut Jawa, Selasa (22/9) pagi. Temuan ini menambah panjang daftar korban tewas menjadi 18 orang, sementara 117 penumpang lainnya masih berstatus hilang dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes pelayaran.

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator, mengonfirmasi penemuan tersebut secara langsung kepada awak media. Ketiga jasad dievakuasi ke atas geladak KN SAR Pacitan segera setelah tim penyelam menyelesaikan pekerjaan berat mereka di kedalaman laut. "Benar ada tiga jasad berhasil ditemukan tim penyelam gabungan dari Basarnas Special Group (BSG), TNI AL, dan PT Jasalindo. Untuk jenis kelamin menunggu proses identifikasi," ujar Putu saat dikonfirmasi Antara di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa.

Rantai evakuasi berjalan ketat dan terukur. Helikopter HR 3601 milik Basarnas disiagakan untuk mengangkut ketiga jasad dari lokasi operasi menuju Lanud Sjamsudin Noor Banjarbaru. Dari pangkalan udara tersebut, jenazah akan langsung dibawa menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Banjarmasin. Rumah sakit kepolisian ini ditunjuk sebagai pusat penanganan forensik guna memastikan identitas masing-masing korban dapat dikenali oleh pihak keluarga secepat mungkin.

Keterlibatan tiga unsur berbeda dalam tim penyelam menunjukkan tingkat kesulitan ekstrem di lapangan. Personel Basarnas Special Group (BSG) bekerja bahu-membahu dengan prajurit TNI AL dan penyelam profesional dari PT Jasalindo. Kolaborasi lintas instansi ini mutlak diperlukan karena kondisi bawah laut di perairan Masalembo terkenal memiliki arus kuat dan jarak pandang terbatas, terutama ketika penyelam harus masuk menembus lorong-lorong sempit di dalam lambung kapal yang sudah terbalik.

Data rekapitulasi Basarnas hingga Selasa pukul 11.30 WITA menyajikan gambaran utuh mengenai skala tragedi maritim ini. Sebanyak 126 korban telah ditemukan dengan rincian 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia. Angka tersebut menyisakan beban psikologis luar biasa bagi ratusan keluarga yang terus menanti kabar dari 117 kerabat mereka yang belum diketahui nasibnya sejak kapal naas itu dilaporkan tenggelam sepuluh hari lalu.

Analisis Redaksi

Penemuan tiga jasad di dalam badan kapal pada hari kesepuluh mengindikasikan bahwa sebagian besar dari 117 penumpang yang masih hilang kemungkinan besar terjebak di kompartemen bawah saat kapal tenggelam. Fakta bahwa tim penyelam gabungan harus menembus lambung kapal membuktikan betapa sulitnya akses menuju titik-titik konsentrasi korban. Operasi pengangkatan selanjutnya tidak lagi sekadar misi pencarian permukaan, melainkan proyek penyelaman teknis berskala besar yang menuntut ketelitian tinggi dan risiko fatal bagi para penyelam.

Lambatnya laju penemuan korban memunculkan pertanyaan mendasar soal kelayakan operasional kapal penyeberangan di jalur rawan seperti perairan Masalembo. Laut Jawa bagian timur secara historis menjadi kuburan bagi banyak kapal akibat pertemuan arus dan cuaca yang berubah cepat. Dengan 117 orang masih berstatus hilang dari total 243 penumpang, rasio korban yang belum ditemukan mencapai hampir separuh total muatan. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan rapuhnya sistem keselamatan pelayaran kita.

Langkah logis berikutnya menuntut otoritas terkait untuk segera mengevaluasi ulang standar keselamatan armada penyeberangan rakyat. Proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin akan menjadi ujian pertama bagi negara dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban. Tanpa investigasi menyeluruh terhadap penyebab tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dan audit ketat terhadap seluruh operator kapal sejenis, tragedi serupa hanya tinggal menunggu waktu untuk berulang di perairan Nusantara.

Meow! Tanya Nesi!
😸