Tim DVI Identifikasi 9 Jenazah KM Virgo, 117 Penumpang Masih Dicari di Laut Jawa
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri merampungkan identifikasi sembilan jenazah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembu, Laut Jawa, dan langsung menyerahkannya kepada pihak keluarga pada Selasa (22/9). Langkah ini diambil di tengah operasi pencarian besar-besaran yang masih menyisakan 117 orang hilang dari total 243 penumpang dalam manifes kapal.
Hingga Selasa (22/9), tim pencari gabungan telah menemukan 18 korban meninggal dunia. Sembilan jenazah sudah dikembalikan ke keluarga masing-masing setelah identitasnya dipastikan. Sementara sembilan korban lainnya masih berada di meja pemeriksaan Tim DVI untuk menjalani proses pencocokan data yang memakan waktu dan ketelitian tinggi.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa setiap jenazah yang diangkat dari laut wajib melewati tahapan identifikasi ketat. Petugas mencocokkan data ante mortem yang dihimpun dari keluarga dengan hasil pemeriksaan fisik terhadap jenazah tersebut. "Setelah identitas korban dipastikan, korban segera diserahkan kepada keluarga," ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/9).
Trunoyudo menegaskan tidak ada jalan pintas dalam prosedur ini. Ia menyebut data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga menjadi bagian krusial dalam proses rekonsiliasi. "Polri terus memastikan setiap data diperiksa dan dicocokkan secara cermat sehingga identitas korban dapat dipastikan sebelum diserahkan kepada keluarga," katanya. Ketelitian ini mutlak diperlukan agar tidak terjadi kesalahan penyerahan jenazah yang justru akan menambah luka bagi keluarga korban.
Di lapangan, Tim SAR gabungan bekerja tanpa henti. Pada Selasa (22/9) pagi, tim penyelam gabungan kembali mengangkat tiga jasad dari perairan Masalembu. Ketiga jenazah itu langsung dievakuasi menuju posko identifikasi. Berdasarkan catatan Basarnas hingga pukul 11.30 WITA, dari 243 orang dalam manifes, baru 126 orang yang ditemukan. Rinciannya: 108 korban selamat dan 18 korban meninggal dunia. Angka 117 orang yang masih hilang menjadi beban berat bagi seluruh personel di lapangan.
Tragedi ini bermula ketika KM Virgo Transport 8 dilaporkan putus komunikasi pada Minggu (13/9) pukul 02.00 WITA. Kapal yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) itu diduga terjebak cuaca buruk di tengah pelayaran. Pada hari yang sama, lambung kapal ditemukan dalam kondisi terbalik mengapung di perairan Laut Jawa. Sejak saat itu, operasi pencarian dan penyelamatan langsung digerakkan secara masif melibatkan berbagai unsur.
Analisis Redaksi
Rasio penemuan korban yang bergerak lambat menunjukkan betapa ganasnya kondisi perairan Masalembu. Dari 243 nama dalam manifes, lebih dari separuh atau tepatnya 117 orang belum ditemukan setelah sembilan hari pencarian. Fakta bahwa kapal ditemukan terbalik mengindikasikan proses tenggelam terjadi sangat cepat akibat cuaca buruk, menyisakan sedikit peluang bagi penumpang untuk menyelamatkan diri menggunakan alat keselamatan standar.
Ketegasan Polri mempertahankan protokol identifikasi DVI patut diapresiasi. Dalam bencana massal, tekanan publik dan keluarga kerap memaksa petugas bekerja terburu-buru. Namun, pencocokan data ante mortem dengan kondisi jenazah adalah satu-satunya cara menjaga martabat korban sekaligus melindungi keluarga dari trauma sekunder akibat kesalahan identifikasi. Prosedur ini memang memakan waktu, tetapi merupakan standar kemanusiaan yang tak bisa ditawar.
Ke depan, perhatian harus diarahkan pada dua hal mendesak. Pertama, perluasan radius pencarian mengingat arus Laut Jawa berpotensi menghanyutkan korban jauh dari titik awal kapal terbalik. Kedua, investigasi menyeluruh terhadap kelaikan layar KM Virgo Transport 8 dan akurasi peringatan cuaca yang diterima nakhoda sebelum tragedi terjadi. Publik berhak mengetahui apakah kelalaian prosedural turut andil dalam hilangnya ratusan nyawa di jalur pelayaran tersibuk Indonesia ini.

