Kuasa Hukum Pastikan Sarwendah Tetap Sehat Hadapi Gugatan Hak Asuh Anak dari Ruben Onsu di PN Jaksel
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Sarwendah dipastikan dalam kondisi fisik dan mental yang stabil saat menghadapi gugatan hak asuh anak yang dilayangkan mantan suaminya, Ruben Onsu, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menyatakan kliennya mampu bertahan di tengah tekanan hukum berkat sokongan moral dari keluarga serta sahabat dekatnya.
"Normal, sehat semua, mental fisik sehat karena di-support sama keluarga dan kawan-kawannya," kata Chris Sam Siwu saat memberikan keterangan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9). Pernyataan itu sekaligus mematahkan spekulasi mengenai kondisi psikologis mantan personel Cherrybelle tersebut selama proses persidangan berjalan.
Chris menilai kestabilan emosi kedua belah pihak menjadi faktor krusial. Sorotan publik yang deras berpotensi menggerus kesehatan mental siapa pun yang terlibat sengketa keluarga. "Mungkin klien kami tidak sakit secara psikis aja udah bagus. Ruben tidak sakit secara psikis sekarang menghadapi masalah ini itu bagus," lanjutnya seperti diberitakan detikcom, Senin (21/9).
Jalannya persidangan sendiri sempat tertunda satu pekan. Pihak Ruben Onsu selaku penggugat meminta waktu tambahan untuk menyusun berkas replik atas tanggapan yang telah disampaikan kubu Sarwendah. Agenda sidang jawaban dijadwalkan ulang pada 23 September mendatang, sebelum dilanjutkan dengan penyampaian duplik dari pihak tergugat.
Akar permasalahan ini bermula ketika Ruben merasa sulit bertemu anak-anak setelah resmi bercerai dari Sarwendah sejak 24 September 2024. Ia kemudian mengajukan gugatan hak asuh anak ke PN Jakarta Selatan pada 1 Juli. Upaya mediasi gagal mencapai titik temu. Persoalan melebar ke aspek finansial hingga kesehatan yang saling disorot masing-masing pihak. Terkait rumor kondisi kesehatan Ruben, kuasa hukum Minola sebelumnya menegaskan bahwa dokumen pemeriksaan kesehatan yang beredar hanya menunjukkan berkas yang diberikan langsung oleh kliennya, termasuk merespons perbedaan tanggal lahir dalam dokumen tersebut.
Mengingat perkara keluarga ini digelar secara tertutup, Chris mengimbau publik agar berhenti memperkeruh suasana dengan spekulasi liar. Seluruh materi pembuktian mengenai hak asuh anak semestinya hanya diuji di hadapan majelis hakim. "Persidangan sifatnya tertutup, kita sudahi lah yang sudah kemarin ya sudah lah ya," tegas Chris.
Analisis Redaksi
Kegagalan mediasi dalam sengketa hak asuh anak ini menandakan bahwa persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah sudah melampaui batas konflik rumah tangga biasa. Ketika urusan finansial dan catatan kesehatan ikut diseret ke ruang sidang, pertempuran hukum ini berubah menjadi perang attrisi yang menguras sumber daya kedua belah pihak. Penundaan sidang selama sepekan untuk penyusunan replik juga mengindikasikan bahwa tim hukum penggugat sedang merancang strategi pembuktian yang lebih tajam.
Pernyataan Chris Sam Siwu soal pentingnya kewarasan psikologis bukan sekadar basa-basi jurnalistik. Dalam puluhan tahun meliput sengketa selebritas, saya melihat pola yang sama: tekanan opini publik sering kali menghancurkan posisi tawar salah satu pihak sebelum palu hakim diketuk. Imbauan agar spekulasi dihentikan adalah langkah defensif logis untuk melindungi narasi hukum kliennya dari kontaminasi rumor.
Agenda 23 September akan menjadi penentu arah persidangan selanjutnya. Jika duplik dari pihak Sarwendah memuat bantahan substansial terhadap replik Ruben, majelis hakim bakal dihadapkan pada pembuktian fakta yang rumit. Publik perlu menahan diri. Biarkan mekanisme peradilan bekerja tanpa intervensi pengadilan jalanan yang hanya merugikan masa depan anak-anak mereka.
