IHSG Melemah 47,33 Poin Di Tengah Ketegangan Geopolitik, KSSK Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Indeks LQ45 turut terkoreksi 3,51 poin ke level 493,76.
- Ratna Lim , Kepala Riset Phintraco Sekuritas, memperingatkan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 4.650-4.750 apabila *support* di area 4.900 gagal menahan laju penurunan.
- Ratna menjelaskan bahwa isu inflasi AS akan menjadi sentral, terutama karena lonjakan harga energi akibat perang antara AS dan Iran yang menaikkan biaya komoditas seperti bensin.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 47,33 poin atau 0,97 persen ke posisi 4.856,96 pada Rabu, mengikuti tren negatif bursa Asia di tengah ketidakpastian pasar terkait hasil pemilu *midterm* Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik. Indeks LQ45 turut terkoreksi 3,51 poin ke level 493,76. Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, memperingatkan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 4.650-4.750 apabila *support* di area 4.900 gagal menahan laju penurunan. IHSG Ditembus Support Krusial, Analis Proyeksi Koreksi Lanjut ke Level 4.763
Pelaku pasar kini menahan napas menanti hasil pemilu *midterm* AS yang diprediksi menjadi *game changer* bagi sektor teknologi dan utilitas. Ratna menjelaskan bahwa isu inflasi AS akan menjadi sentral, terutama karena lonjakan harga energi akibat perang antara AS dan Iran yang menaikkan biaya komoditas seperti bensin. Meskipun belanja konsumen dan investasi AI menopang ekonomi AS, kekhawatiran dampak AI terhadap lapangan kerja mulai dirasakan oleh pemilih. Di pasar komoditas, harapan resolusi diplomatik mendorong pelemahan harga minyak, dengan WTI di kisaran 96 dolar AS per barel dan Brent di 103 dolar AS per barel. Namun, yield US 10-year Bond naik ke 4,96 persen, menekan harga emas yang melemah ke 3,92 dolar AS per troy onz. Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas
Revisi Proyeksi Ekonomi dan Dampaknya pada Sektor Sektoral
Tidak hanya faktor eksternal, sentimen dalam negeri turut tertekan oleh keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,4 hingga 5,5 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 5,6 hingga 6,0 persen. Ratna menilai revisi ini mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal terhadap prospek domestik, yang berpotensi membatasi optimisme investor terhadap laba emiten, khususnya di sektor konsumer, ritel, dan properti yang sensitif terhadap daya beli. IHSG Anjlok 1,57% ke Level 4.827, Tekanan Jangka Panjang Capai 34 Persen dalam Enam Bulan
Untuk menstabilkan ekspektasi, Suahasil Nazara, Menteri Keuangan, menegaskan pemerintah tidak akan memberlakukan pungutan pajak baru, termasuk pajak digital bagi perbankan, fintek, dan e-commerce, mulai 9 November 2026. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran pelaku usaha terhadap kenaikan biaya transaksi digital. Secara global, bursa Eropa kompak melemah dengan Euro Stoxx 50 turun 0,61 persen, sementara bursa Wall Street bergerak variatif dengan Nasdaq menguat 0,83 persen.
Langkah Strategis Pemerintah dan Prospek Pasar Global
Di sisi lain, pemerintah tengah merancang perubahan aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) untuk mendorong konversi devisa dolar AS ke rupiah. Menurut Ratna, langkah ini diharapkan memperkuat likuiditas domestik dan ketahanan pasar keuangan, meskipun dampaknya terhadap fleksibilitas eksportir perlu dicermati.
- Update Geopolitik: Ketegangan AS-Iran meningkat setelah AS menyerang rudal permukaan Iran dan Pulau Qeshm, meski Qatar terus memfasilitasi diplomasi.
- Kebijakan AS: Presiden Donald Trump mengancam aksi militer namun menyatakan akan mengakhiri bantuan 4 miliar dolar AS ke Israel akhir tahun.
- Performa Bursa: Nikkei melemah 3,70 persen dan Kospi 3,25 persen, sementara Shanghai dan Hang Seng turun tipis di bawah 1 persen.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Dari Hutan Gundul ke Ekowisata: Transformasi Ekonomi 310 Desa Binaan Pertamina Melalui Energi Terbarukan

Evaluasi Dampak DEB Pertamina: Ekonomi Desa Bertumbuh, 283 Ribu Warga Terdampak

OJK Bongkar Ajaib Manipulasi Saham PANR: Tiga Terdalang Dilarang Aktif 5 Tahun, Rugi Negara Rp5,07 Miliar
