Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Evaluasi Dampak DEB Pertamina: Ekonomi Desa Bertumbuh, 283 Ribu Warga Terdampak

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi & CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Evaluasi Dampak DEB Pertamina: Ekonomi Desa Bertumbuh, 283 Ribu Warga Terdampak
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Transformasi ekonomi dan lingkungan di pedesaan Indonesia semakin nyata melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) yang dikelola PT Pertamina (Persero) .
  • Program yang telah berjalan sejak 2018 ini tidak hanya menyediakan akses energi terbarukan, tetapi juga mengerek nilai ekonomi kerakyatan hingga lebih dari Rp26 miliar per tahun .
  • Dampak positif ini dirasakan langsung oleh lebih dari 283 ribu orang yang kini mendapatkan peluang hidup lebih baik berkat integrasi energi bersih dengan potensi lokal.

Transformasi ekonomi dan lingkungan di pedesaan Indonesia semakin nyata melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) yang dikelola PT Pertamina (Persero). Program yang telah berjalan sejak 2018 ini tidak hanya menyediakan akses energi terbarukan, tetapi juga mengerek nilai ekonomi kerakyatan hingga lebih dari Rp26 miliar per tahun. Dampak positif ini dirasakan langsung oleh lebih dari 283 ribu orang yang kini mendapatkan peluang hidup lebih baik berkat integrasi energi bersih dengan potensi lokal.

Kisah nyata perubahan ini ditunjukkan oleh Burhanudin di Desa Tumpak, Lombok Tengah, dan Jamaludin di Dusun Bondan, Cilacap. Di Desa Tumpak, penghijauan 30 ribu pohon membuka sektor ekowisata yang menarik 800 wisatawan per tahun, sementara di Dusun Bondan, kehadiran pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) mengurai masalah akses air bersih dan listrik yang selama ini menjadi kendala utama masyarakat pesisir.

Rincian Potensi Lokal dan Dampak Ekonomi Mikro

Pendalaman program ini terlihat dari kontribusi energi surya berkapasitas 6,6 kWp di Desa Tumpak yang mendukung produksi cocopeat, virgin coconut oil (VCO), dan briket, melibatkan 60 tenaga kerja lokal. Di sisi lain, inovasi teknologi desalinasi di Dusun Bondan memungkinkan pengolahan air payau untuk konsumsi dan penggerak aerator tambak. Keberlanjutan operasional ini dijaga melalui koperasi desa dengan skema iuran Rp25 ribu per bulan per keluarga, menjadikan desa tersebut sebagai laboratorium belajar bagi mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap.

Secara makro, capaian DEB mencakup produksi pangan dan perikanan yang signifikan. Data menunjukkan:

  • Kapasitas listrik terintegrasi mencapai 1,595 juta Wp dan 973 ribu meter kubik biogas.
  • Produksi pangan dari lahan 2.000 hektare menghasilkan lebih dari 21 ribu ton beras dan 5 ribu ton komoditas nonberas.
  • Sektor perikanan berkontribusi pada produksi 390 ton ikan tangkap per tahun.
  • Pengurangan emisi karbon lebih dari 1,1 juta ton CO2 ekuivalen dan pengelolaan 145 ribu ton sampah per tahun.

Target Ekspansi 2030 dan Penguatan Kapasitas SDM

VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperluas jangkauan program secara bertahap. Saat ini terdapat 310 desa yang telah beroperasi dan 24 desa dalam proses pengembangan, dengan target 334 desa pada akhir 2026 dan melonjak menjadi 732 desa pada 2030. Program ini juga berhasil menggerakkan 223 local hero yang tersertifikasi sebagai operator energi baru terbarukan (EBT), memastikan kemandirian teknis di tingkat desa.

Dukungan kolaborasi pentahelix dengan 13 perguruan tinggi telah menghadirkan 40 jenis teknologi tepat guna di 134 desa, membuktikan bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan model bisnis yang berbasis sumber daya lokal, Pertamina tidak hanya menyediakan energi, tetapi juga membangun ketahanan pangan dan membuka roda ekonomi desa yang berkelanjutan, menjadikan energi bersih sebagai katalisator utama peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ