IHSG Ditembus Support Krusial, Analis Proyeksi Koreksi Lanjut ke Level 4.763
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Rabu (4/11), menyusul aksi jual masif pada hari sebelumnya.
- Riset teknikal dari lembaga analisis menunjukkan bahwa sentimen pasar masih didominasi ketakutan investor, menandai potensi penarikan harga menuju bawah.
- Pergerakan negatif ini tidak terjadi tanpa alasan fundamental maupun teknikal yang kuat.
Pasar modal Indonesia memasuki fase rapuh. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Rabu (4/11), menyusul aksi jual masif pada hari sebelumnya. Riset teknikal dari lembaga analisis menunjukkan bahwa sentimen pasar masih didominasi ketakutan investor, menandai potensi penarikan harga menuju bawah.
Pergerakan negatif ini tidak terjadi tanpa alasan fundamental maupun teknikal yang kuat. Pada penutupan Selasa (3/11) sore, IHSG resmi ditutup di level 4.904, anjlok sebanyak 192,54 poin atau setara 3,78 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Data dari RTI Infokom memperlihatkan tekanan jual yang sangat signifikan: di tengah total volume transaksi sebesar Rp11,44 triliun atas 24,74 miliar lembar saham, dominasi koreksi sangat terlihat jelas. Dari seluruh emiten yang tercatat, tercatat 624 saham terkoreksi, hanya 57 saham menguat, dan 37 saham stagnan.
Analisis Teknikal: Target Koreksi dan Rekomendasi Saham Analis
Para analis dari berbagai sekuritas memberikan pandangan serupa mengenai arah indeks berikutnya, dengan fokus pada area support yang telah ditembus. Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, memperkirakan IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan koreksi menuju area 4.763 hingga 4.845. Meskipun ia menyebut adanya peluang technical rebound jangka pendek menuju 4.908-4.914, skenario turun tetap menjadi utama. Herditya merekomendasikan pantauan ketat pada empat saham, yaitu DEWA, HMSP, INKP, dan MDKA.
Di sisi lain, pandangan lebih tajam diberikan oleh Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas. Ivan menegaskan bahwa penembusan support krusial di 4.972 mengindikasikan potensi pembentukan wave iii menuju target Fibonacci di 4.737. Jika level tersebut tercapai, tekanan jual akan berlanjut ke formasi wave v di 4.652. Ivan merekomendasikan AADI, ANTM, INCO, KLBF, dan MBMA sebagai alternatif investasi.
Dampak Pelemahan dan Peringatan untuk Investor
Melihat data di lapangan, para analis telah memetakan pita pergerakan indeks untuk hari Rabu (4/11). MNC Sekuritas memproyeksikan support di 4.847 dan 4.763, serta resistance di 5.143 dan 5.247. Sementara itu, Binaartha Sekuritas memprediksi support di 4.895, 4.737, dan 4.629, serta resistance di 5.066, 5.289, dan 5.418. Perbedaan proyeksi target koreksi antara 4.763 dan 4.652 menunjukkan volatilitas tinggi yang perlu diwaspadai oleh pelaku pasar. Mengingat indeks telah jatuh dalam rentang lebih dari 3 persen sehari sebelumnya, potensi likuidasi (pemenuhan pesanan berhenti rugi) masih berisiko tinggi jika harga menyentuh garis support berikutnya.
Secara keseluruhan, pasar dalam kondisi risk-off. Investor disarankan untuk tetap memantau formasi pita support dan resistance yang telah dipetakan oleh para analis atas. Penting untuk dicatat: analisis dan rekomendasi saham ini murni merupakan opini teknikal dari pihak sekuritas dan tidak ditujukan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Seluruh keputusan investasi, pengelolaan risiko, serta analisis fundamental sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca dan pengambil keputusan finansial di dalam pasar.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

LPS Ungkap 25 Juta Penduduk Dewasa Indonesia Belum Miliki Rekening Bank

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar
