Dari Hutan Gundul ke Ekowisata: Transformasi Ekonomi 310 Desa Binaan Pertamina Melalui Energi Terbarukan
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Sementara itu, di Dusun Bondan, kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) telah mengubah wajah dusun yang sebelumnya gelap gulita hingga tahun 2017.
- Kini, listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menggerakkan teknologi desalinasi untuk mengolah air payau menjadi air bersih serta mengoperasionalkan aerator tambak.
- Keberlanjutan operasional PLTH dijaga melalui iuran koperasi desa sebesar Rp25 ribu per bulan per keluarga, menjadikan dusun ini sebagai laboratorium belajar bagi mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap .
Transformasi luar biasa tengah berlangsung di Desa Tumpak, Lombok Tengah, dan Dusun Bondan, Cilacap, Jawa Tengah, seiring dengan keberhasilan penghijauan dan elektrifikasi yang membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Di Desa Tumpak, upaya merehabilitasi hutan lindung yang gundul sejak 2018 kini berhasil menanamkan sekitar 30 ribu pohon, yang tidak hanya menjaga ekologi tetapi juga menghidupkan sektor peternakan dan ekowisata. Aktivitas tersebut melibatkan 60 tenaga kerja dan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp60 juta per tahun, didukung oleh instalasi panel surya berkapasitas 6,6 kWp yang menjadi tulang belakang aktivitas produktif warga.
Sementara itu, di Dusun Bondan, kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) telah mengubah wajah dusun yang sebelumnya gelap gulita hingga tahun 2017. Kini, listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menggerakkan teknologi desalinasi untuk mengolah air payau menjadi air bersih serta mengoperasionalkan aerator tambak. Keberlanjutan operasional PLTH dijaga melalui iuran koperasi desa sebesar Rp25 ribu per bulan per keluarga, menjadikan dusun ini sebagai laboratorium belajar bagi mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap.
Strategi Cetak Biru Desa Energi Berdikari
Langkah ini merupakan bagian integral dari program Desa Energi Berdikari (DEB) yang dikembangkan oleh PT Pertamina (Persero) sejak 2018 melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Rudi Ariffianto, VP CSR & SMEPP Management Pertamina, menjelaskan bahwa DEB dikategorikan menjadi tiga fokus utama: Ketahanan Pangan, Pesisir Modern, dan Wisata Energi. Pengembangan program ini berjalan bertahap melalui status DEB Putih, Hijau, Biru, hingga Siap Mandiri. Hingga saat ini, terdapat 310 desa yang telah dikembangkan dan 24 desa lainnya dalam proses, dengan target memperluas hingga 732 desa pada tahun 2030.
Secara statistik, dampak program ini sangat signifikan. Kombinasi pemanfaatan tenaga surya, biogas, mikrohidro, dan biodiesel menghasilkan total kapasitas listrik sebesar 1,595 juta Wp dan 973 ribu meter kubik biogas. Di sektor pangan, program ini menyumbang lebih dari 21 ribu ton beras dari lahan sekitar 2.000 hektare, serta meningkatkan frekuensi panen padi di Desa Keliki, Ubud, menjadi tiga kali setahun dengan hasil 7 ton per hektare. Nilai ekonomi kerakyatan yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp26 miliar per tahun dengan penerima manfaat melebihi 283 ribu orang, termasuk kontribusi ekowisata seperti Kampung Kepiting di Cilacap yang meraup pendapatan Rp601 juta per tahun.
Dampak Lingkungan dan Penguatan Kapasitas Lokal
Lebih dari sekadar suplai listrik, program DEB memberikan dampak ekologis yang substansial. Inisiatif ini berkontribusi pada pengurangan emisi lebih dari 1,1 juta ton CO2 ekuivalen serta pengelolaan 145 ribu ton sampah per tahun. Dari sisi kapasitas sumber daya manusia, Pertamina telah bersertifikasi 223 local hero sebagai operator energi baru terbarukan, memastikan masyarakat memiliki keahlian teknis untuk mengelola aset energi mereka sendiri.
Kolaborasi pentahelix antara Pertamina dan 13 perguruan tinggi telah menghadirkan 40 jenis teknologi tepat guna di 134 desa. Keberhasilan program ini juga terbukti tangguh saat situasi darurat, seperti di DEB Watumite, Ende, yang mampu menjaga ketersediaan listrik dan internet saat bencana. Melalui integrasi energi bersih dan pemberdayaan ekonomi lokal, Pertamina menegaskan bahwa transisi energi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup dan kemandirian komunitas desa.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

OJK Cukai Tiga Pengendali Saham PANR dengan Sanksi Berat dan Denda Rp5,07 Miliar

Evaluasi Dampak DEB Pertamina: Ekonomi Desa Bertumbuh, 283 Ribu Warga Terdampak

OJK Bongkar Ajaib Manipulasi Saham PANR: Tiga Terdalang Dilarang Aktif 5 Tahun, Rugi Negara Rp5,07 Miliar
