Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Lapas Banceuy Copot Atribut Geng Motor, Buntut Kemewahan di Lapas Cibinong

HukumSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Lapas Banceuy Copot Atribut Geng Motor, Buntut Kemewahan di Lapas Cibinong
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Sejumlah atribut geng motor dan wallpaper hiasan dinding yang seharusnya tidak ada di ruang tahanan akhirnya dicopot paksa dari enam blok sel di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Bandung.
  • Penertiban masif ini menyasar Blok C, D, E, F, G, dan H yang dikerjakan secara simultan pada Senin (28/9).
  • Para petugas menemukan dinding-dinding sel yang dilapisi wallpaper hingga pemasangan atribut geng motor yang jelas-jelas melanggar standar hunian narapidana.

Sejumlah atribut geng motor dan wallpaper hiasan dinding yang seharusnya tidak ada di ruang tahanan akhirnya dicopot paksa dari enam blok sel di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Bandung. Aksi penertiban ini menjadi sinyal keras pembersihan fasilitas nonstandar di rutan seluruh Indonesia, sebuah respons langsung dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas pasca terungkapnya kemewahan di Lapas Cibinong.

Penertiban masif ini menyasar Blok C, D, E, F, G, dan H yang dikerjakan secara simultan pada Senin (28/9). Para petugas menemukan dinding-dinding sel yang dilapisi wallpaper hingga pemasangan atribut geng motor yang jelas-jelas melanggar standar hunian narapidana. Selain estetika yang tak pada tempatnya, petugas juga mencopot kain penutup yang menghalangi pandangan pengawasan petugas saat kontrol rutin dilakukan.

Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, Eris Ramdani, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, melainkan komitmen institusi untuk memperkuat pengawasan dan mencegah gangguan keamanan serta ketertiban (kamtib). "Kegiatan ini sebagai tindak lanjut arahan Dirjen Pemasyarakatan dalam rangka penguatan pengawasan, penertiban fasilitas kamar hunian, serta pencegahan gangguan kamtib di lingkungan Lapas," ujar Eris.

Penertiban di Banceuy menjadi preseden penting dalam upaya memutus praktik "kamar VIP" yang sering kali menjadi celah bagi oknum petugas atau narapidana untuk mengatur layanan istimewa di balik tembok sel. Fokus pemeriksaan kali ini meliputi barang-barang yang dilarang atau tidak sesuai ketentuan, seperti alat komunikasi dan elektronik ilegal, senjata tajam, barang yang dapat menimbulkan ledakan dan kebakaran, instalasi listrik ilegal yang dimodifikasi tanpa kewenangan, serta fasilitas elektronik untuk kepentingan pribadi di luar ketentuan.

Meski tegas, proses penertiban dilakukan dengan mengedepankan aspek humanis dan persuasif, serta memperhatikan keamanan dan ketertiban. "Penertiban dilakukan dengan tetap mengedepankan ketelitian, humanis, persuasif, serta memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban," tegas Andhika Saputra, KPLP Lapas Kelas IIA Banceuy. Sebagai tindak lanjut, Lapas Banceuy akan melakukan pendataan, inventarisasi, pengamanan barang temuan, serta pemeriksaan berkala dan insidentil untuk memastikan tidak ada kembaliya pelanggaran di masa depan.

Analisis Redaksi

Temuan atribut geng motor di rutan menunjukkan bahwa pengawasan di lapas selama ini masih memiliki lubang keamananan yang serius. Fasilitas yang seharusnya kaku dan standar berubah menjadi ruang personalisasi liar yang bisa menjadi sarang organisasi tersembunyi di balik tembok penjara. Ini menandakan perlunya audit mendalam terhadap standar operasional di seluruh rutan, bukan hanya penertiban reaktif.

Dampaknya bagi publik adalah terjaminnya rasa keadilan bahwa hukum dipandang sama untuk semua orang. Jika ada narapidana yang bisa memasang atribut geng motor atau memodifikasi listrik secara ilegal, berarti ada celah yang bisa dimanipulasi oleh siapa pun di belakang layar. Langkah logis ke depan adalah transparansi penuh atas hasil inventarisasi barang sitaan dan teguran keras kepada pihak-pihak yang masih berusaha mengatur tatanan di dalam rutan.

Publik perlu terus mengawasi apakah instruksi serupa benar-benar diterapkan secara merata di seluruh lapas di Indonesia. Jika hanya berhenti di satu dua tempat, maka kemewahan di dalam penjara akan terus terjadi dan menjadi ironi hukum. Kejelasan aturan main dan komitmen tanpa kompromi dari lembaga pemasyarakatan menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap sistem hukum tidak terus terkikis oleh praktik-praktik yang tidak sepatutnya.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ