Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

SBY Kritisi Kekacauan Politik RI, Minta Prabowo Kembalikan Politik Berkeadaban

Berita NasionalRina WijayaRina WijayaSumber: Detik News & CNBC Indonesia
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

SBY Kritisi Kekacauan Politik RI, Minta Prabowo Kembalikan Politik Berkeadaban
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melontarkan kritik tajam terhadap dinamika politik nasional yang dinilainya semakin liar dan tidak terkontrol.
  • Melalui akun resmi X pada Rabu (4/11/2026), SBY mengungkapkan keheranannya atas kondisi negara yang saat ini dianggap kehilangan moralitas dalam perebutan kekuasaan.
  • Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan.

Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melontarkan kritik tajam terhadap dinamika politik nasional yang dinilainya semakin liar dan tidak terkontrol. Melalui akun resmi X pada Rabu (4/11/2026), SBY mengungkapkan keheranannya atas kondisi negara yang saat ini dianggap kehilangan moralitas dalam perebutan kekuasaan. Ia menyatakan, "Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk," tulisnya, menyoroti fenomena di mana segala cara dianggap sah demi meraih posisi strategis.

Kekhawatiran SBY tidak hanya tertuju pada elite politik, tetapi juga pada dampak psikologis yang ditimbulkan bagi masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa situasi kekacauan ini berpotensi membuat rakyat merasa takut dan tidak tenteram saat hidup di negaranya sendiri. "Bermoral atau tidak bermoral. Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri," ujar SBY, menekankan urgensi pemulihan rasa aman di tengah masyarakat.

Latar Belakang: Polemik Kasus Penyadapan Ilegal

Kritik keras SBY ini muncul di tengah sorotan publik atas kasus hukum yang tengah bergulir, di mana Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menetapkan dan menahan tiga tersangka dalam dugaan tindak pidana penyadapan secara ilegal serta penghapusan data elektronik. Menariknya, salah satu dari tersangka tersebut adalah Listyo Sigit Prabowo, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan merupakan mantan Kepala Polri. Keterlibatan figur strategis dalam kasus ini memperkeruh suasana dan memicu perdebatan mengenai integritas institusi negara serta dampaknya terhadap stabilitas politik nasional.

SBY, yang dikenal sebagai elite Partai Demokrat, memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan pentingnya etika dalam berpolitik. Ia menilai bahwa tindakan yang mengabaikan moralitas demi kekuasaan merupakan ancaman serius bagi tatanan demokrasi Indonesia. Kasus penyadapan ilegal ini menjadi cerminan dari apa yang SBY sebut sebagai "politik liar", di mana aturan main hukum dan etika seolah diabaikan oleh para pelaku kekuasaan.

Panggilan Sejarah dan Amanah Rakyat untuk Presiden Prabowo

Sebagai warga bangsa yang mencintai negeri ini, SBY secara khusus menyuarakan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas dalam mengembalikan situasi politik yang beradaban. SBY menyebut inisiatif ini bukan sekadar permintaan biasa, melainkan sebuah "panggilan sejarah" dan "amanah rakyat" yang harus dipenuhi oleh kepemimpinan nasional saat ini. "Saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban," kata SBY.

Penutup pernyataan SBY dibungkus dengan doa agar Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Presiden Prabowo untuk menjalankan misi mulia tersebut. Permintaan ini mengisyaratkan harapan besar dari mantan presiden agar kepemimpinan Prabowo mampu meredam tensi politik, menegakkan supremasi hukum, dan memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Dengan demikian, rakyat dapat kembali merasa aman dan tenteram, serta demokrasi Indonesia dapat berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip keadaban yang telah menjadi fondasi berbangsa dan bernegara.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ