Blora Perkuat Lumbung Pangan Jateng: Beras Organik 'Bestiw' Diharap Tembus Harga Rp20.000 per Kilogram
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Kabupaten Blora menegaskan komitmennya sebagai pilar ketahanan pangan Jawa Tengah melalui keberhasilan panen raya padi di tengah tantangan musim kemarau.
- Arief Rohman , Bupati Blora, secara langsung meninjau dua lokasi strategis yang menunjukkan adopsi teknologi pertanian modern dan praktik pertanian organik yang berkelanjutan.
- Di Desa Gondel, petani telah mengembangkan varietas padi organik hasil pembinaan program Trubus dan Exxon .
Kabupaten Blora menegaskan komitmennya sebagai pilar ketahanan pangan Jawa Tengah melalui keberhasilan panen raya padi di tengah tantangan musim kemarau. Arief Rohman, Bupati Blora, secara langsung meninjau dua lokasi strategis yang menunjukkan adopsi teknologi pertanian modern dan praktik pertanian organik yang berkelanjutan. Peninjauan tersebut berlangsung di Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, dan Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, sebagai bukti nyata bahwa inovasi agronomi dapat menjaga stabilitas produksi pangan di tingkat regional hingga nasional.
Di Desa Gondel, petani telah mengembangkan varietas padi organik hasil pembinaan program Trubus dan Exxon. Sebanyak 108 petani yang tergabung dalam kelompok tani lokal mengelola lahan seluas 6,6 hektare untuk memproduksi beras organik dengan merek dagang Bestiw. Penggunaan teknologi ini menjadi bagian integral dari strategi Blora untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, selaras dengan upaya mengurangi ketergantungan pada metode konvensional yang kurang ramah lingkungan dan memiliki margin keuntungan lebih rendah.
Inovasi Organik dan Tantangan Pemasaran Beras Bestiw
Arief Rohman menyoroti potensi ekonomi dari beralih ke sistem pertanian organik, dengan menetapkan target harga jual yang jauh lebih kompetitif dibandingkan beras biasa. Jika harga rata-rata beras konvensional berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, ia mengharapkan beras organik Bestiw dapat dipasarkan dengan harga minimal Rp20.000 per kilogram. Target ini mencerminkan nilai tambah yang signifikan bagi petani, namun Arief menyadari bahwa keberhasilan produksi harus dikukuhkan oleh kepastian akses pasar dan penguatan distribusi.
Untuk memperkokoh posisi beras organik di pasar, pemerintah daerah mendorong pengujian kualitas yang komprehensif, mencakup cita rasa, tingkat kepulenan, hingga daya tahan beras setelah dimasak. "Aspek kualitas dan kemasan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi beras organik di pasar," ujar Arief. Selain itu, komitmen Pemkab Blora untuk menggaungkan konsep "Kabupaten Organik" menjadi pendorong utama, dimulai dari potensi desa-desa seperti Gondel yang kini menjadi rujukan praktik terbaik.
Respons Kelompok Perempuan dan Dampak Teknologi Gemburin
Di sisi lain, di Desa Sumber, Arief mengapresiasi hasil demonstration plot (demplot) yang menerapkan pupuk pembenah tanah Gemburin produksi PT Chemstar Agro Indonesia. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut berupa kajian mendalam dan pendampingan berkelanjutan untuk mengukur efisiensi biaya, peningkatan produksi, dan perbaikan kualitas tanah secara terukur.
Keterlibatan kelompok perempuan di Desa Gondel menunjukkan dampak sosial yang kuat dari program pendampingan ini. Unsiatun Noor, perwakilan petani, menyebutkan bahwa selama enam bulan pembinaan, para peserta berhasil menguasai budidaya sayuran organik (kangkung, bayam, sawi, tomat) serta pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) berbahan nasi. "Kami berharap program ini dapat terus dilanjutkan. Meski sudah mendapatkan banyak pengalaman, pengetahuan dan keterampilan pertanian organik kami baru sekitar 50 persen," tutur Unsiatun. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan kelompok tani ini menegaskan bahwa Blora tidak hanya mempertahankan status lumbung pangan, tetapi juga mentransformasi kualitas SDM agraris melalui edukasi teknologi.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Mahfud MD Label Penyadapan Presiden oleh Tiga Jenderal Polri sebagai Kejahatan Terbesar Sepanjang Sejarah

SBY Kritisi Kekacauan Politik RI, Minta Prabowo Kembalikan Politik Berkeadaban

Mensesneg Prasetyo Hadi Umumkan Keppres Pemberhentian Listyo Sigit Prabowo Sebagai KSP Sedang Diproses
