Koma dan Luka Bakar 80%: Kronologi Keji Nenek Bakar Cucu di Depok Gegara Ditolak Dijemput
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

LA (17), remaja asal Bojongsari, Depok, kini berada dalam kondisi kritis dengan luka bakar mencapai 80% dan belum sadarkan diri akibat tindakan nekat oleh nenek kandungnya, M (64). Insiden mengerikan ini terjadi pada Senin (26/10) sekitar pukul 13.40 WIB, dipicu oleh penolakan LA untuk menjemput M di rumah seorang teman. Menurut Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, ketegangan memuncak ketika M mendapati cucunya sedang bermain ponsel, yang memicu emosi pelaku hingga menyiramkan minyak tanah dan melemparkan korek gas ke tubuh korban.
Dilansir dari sumber, kronologi bermula saat M meminta LA menjemputnya, namun LA memilih pulang terlebih dahulu. Setibanya di rumah, M menegur LA yang terlihat sibuk dengan gawai. Dalam keadaan emosional, M mengambil minyak tanah, menyiramkannya ke tubuh LA, dan melontarkan korek gas. Api langsung menyambar tubuh korban. Meskipun M sempat berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air, teriakan kesakitan LA semakin melengking. M kemudian meminta tolong kepada tetangga untuk mendapatkan mobil agar korban bisa segera dibawa ke RS Fatmawati untuk penanganan medis darurat.
Proses Hukum dan Pengakuan Pelaku
Pelaku, M, telah ditangkap dan dijerat dengan dua pasal berat dalam undang-undang perlindungan. Ia dikenakan Pasal 44 ayat 2 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Pasal 80 ayat 2 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Kanit PPA Polres Metro Depok, AKP Tamar Bekti, mengungkapkan bahwa M menyesali perbuatannya dan berdalih tidak berniat membakar, melainkan hanya memberikan tekanan agar LA mau mendengarkannya. 'Kenapa ya saya tega melakukan, saya nyesel, saya nggak sengaja niat bakar cucu saya, saya cuma ngasih tekanan peringatan supaya dia mau dengerin Nenek,' ujar M saat diperiksa.
Selain itu, polisi juga masih melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku untuk memastikan kondisi mentalnya. Meskipun terdapat dalih 'tidak sengaja' dari pelaku, proses hukum tetap berjalan karena dampak trauma psikologis dan fisik yang berat ditanggung korban. Kasus ini menyedot perhatian publik karena hubungan darah pelaku dan korban, serta motif yang dianggap tidak sebanding dengan akibat yang sangat fatal, yakni nyawa dan kualitas hidup korban yang terancam.
Teriakan Menyayat Hati dan Respons Warga
Martin, saksi tetangga yang mendengar peristiwa tersebut, menggambarkan momen dramatis sebelum pintu didobrak. Ia mendengar teriakan korban meminta tolong cukup lama. 'Kayak dengar minta tolongnya itu sih ya agak lumayan lama. Cuma kan kita juga mau lihat karena pintunya dikunci... dan teriak "Sakit, ya Allah, Allahu Akbar"', kenang Martin. Ketika teriakan itu semakin kencang, sekitar empat hingga lima warga langsung mendobrak pintu yang terkunci. Kondisi LA saat itu sudah sangat memprihatinkan, tergeletak dengan tubuh penuh luka bakar.
Pernyataan Martin menarik perhatian karena ia menggambarkan reaksi M yang dianggap tidak wajar. 'Biasa aja (wajah pelaku). Dia (pelaku) cuma bilang, "Tin cariin mobil". Nggak ada ekspresi, paniknya nggak ada. Biasa aja dia. Cuma minta cariin mobil aja udah untuk bawa ke rumah sakit,' ungkap Martin. Sikap dingin pelaku ini menambah kejanggalan atas motif di balik tindak kekerasan tersebut. Kasus ini menyoroti urgensi edukasi psikologis dalam keluarga serta kegentaran masyarakat terhadap kekerasan domestik yang bisa berujung pada tragedi tak terduga. Hingga berita ini diturunkan, LA masih dalam pengawasan intensif di RS Fatmawati, sementara pihak kepolisian terus mendalami aspek mental dan hukum dari pelaku.
BERITA TERKAIT (Kriminal)

Tragedi Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Orang, Polisi Bidik Pertanggungjawaban Perusahaan

Polda Metro Genjot Penyidikan Kasus Bertrand Peto, RS Polri Temukan Jejak Kekerasan pada Jasad Balita di Jaksel

KPK Desak Nusron Wahid Kooperatif di Tengah Rencana Kunjungan ke Jepang
