IHSG Diproksi Menguat, Herditya Wicansa: Waspada Koreksi Jika Tembus Level 4.907

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami penguatan pada perdagangan Selasa (3/11), didorong oleh optimisme pasca penutupan positif pada sesi sebelumnya. Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren naik, namun mengimbau investor untuk mewaspadai potensi koreksi lebih dalam apabila garis pertahanan psikologis di level 4.907 jebol.
Berdasarkan riset harian yang dirilis, skenario terbaik mengindikasikan bahwa IHSG sedang berada pada fase wave (iv) dari wave (v), yang membuka peluang penguatan menuju kisaran 5.456 hingga 5.564. Sebaliknya, jika tekanan jual mendominasi dan indeks menembus support di 4.907, risiko pembalikan arah menuju rentang 4.763โ4.845 menjadi skenario yang perlu diantisipasi secara serius.
Level Kunci dan Rekomendasi Saham Hari Ini
Untuk pergerakan hari ini, Herditya memetakan rentang support di level 5.012 dan 4.907, serta resistance di 5.328 dan 5.460. Dalam momentum tersebut, ia merekomendasikan empat saham unggulan untuk dicermati investor, yang terdiri dari:
- BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk)
- ESSA (PT Eureka Lifestyle Indonesia Tbk)
- MAPA (PT Map Active Indonesia Tbk)
- PGEO (PT PGEO Global Tbk)
Proyeksi Rebound dan Peta Support-Resistance Alternatif
Sementara itu, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas mencatat bahwa IHSG mulai menunjukkan sinyal rebound setelah berhasil menembus resistance minor di 5.123. Meski demikian, dia menegaskan bahwa risiko pelemahan struktural masih membayangi, terutama jika indeks gagal mempertahankan support krusial di 4.972. Ivan memprediksi IHSG akan bergerak di support 4.972, 4.895, dan 4.767, dengan resistance di 5.418, 5.561, dan 5.716. Sebagai strategi investasi, dia merekomendasikan saham AMRT, BMRI, DEWA, dan INDF.
Sebagai konteks, IHSG pada Senin (2/11) ditutup menguat 39,78 poin atau 0,79 persen ke level 5.096. Transaksi mencapai Rp12,39 triliun dengan volume 35,31 miliar saham. Dari sisi komposisi, 315 saham menguat, 285 terkoreksi, dan 118 stagnan. Mengingat volatilitas pasar, keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab penuh pembaca.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Bahlil Tahan Ekspor Listrik ke Singapura: Diplomasi Energi atau Tekanan Politik?

BEI Evaluasi Efektivitas Potongan Pajak PPh 3% bagi Emiten, Rancang Empat Inisiatif Strategis

Saham Israel Anjlok, CEO TASE Desak Pembentukan Pemerintahan Konsensus untuk Selamatkan Ekonomi
