Strategi Kemendag Kuatkan Pasar Lokal via Harbolnas dan Hilirisasi Industri
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi produk domestik di pasar global serta mengoptimalkan permintaan dalam negeri menjelang akhir tahun 2026. Langkah strategis ini diungkapkan langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dalam acara CNBC Indonesia Awards 2026: Best Consumer, yang mengapresiasi kontribusi sektor konsumer dalam kemajuan ekonomi nasional.
Fokus pada Ekosistem Lokal dan Generasi Muda
Dalam upaya mendorong penguatan pasar dalam negeri, Kemendag menerapkan strategi hilirisasi produksi untuk meningkatkan nilai tambah industri. Salah satu pilar utama dalam strategi ini adalah pemberdayaan talenta muda melalui program Campuspreneur. Program ini menyasar lebih dari 25 perguruan tinggi untuk membekali mahasiswa dan kampus dengan kemampuan menjadi eksportir. Pelatihan diberikan secara komprehensif dari hulu ke hilir, mencakup produksi, desain produk, kemasan, hingga fasilitasi pembukaan akses pasar dan pembeli luar negeri.
Hasil dari pembinaan tersebut terlihat nyata dalam penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026. Dedi booth khusus yang disediakan bagi 20 kampus, tercatat transaksi bernilai USD 24,5 juta yang berasal dari berbagai komoditas, mulai dari arang (*charcoal*) hingga produk jasa animasi. Di sisi lain, Kemendag juga aktif membina 2.600 desa untuk memproduksi barang yang mampu menembus pasar internasional. Pembinaan ini mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari proses produksi, penjaminan mutu, pengemasan, hingga fasilitasi business matching untuk mempertemukan produsen dengan pembeli asing.
Menjelang penghujung 2026, fokus utama Kemendag beralih ke stimulus belanja masyarakat untuk menggerakkan pasar domestik. Peningkatan konsumsi diproyeksikan akan didorong oleh pemanfaatan program Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) serta program diskon di jaringan ritel modern, yang mencakup minimarket hingga department store. Pendekatan ganda ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri dengan daya saing yang kuat di panggung global, sejalan dengan dialog yang berlangsung antara Shafinaz Nachiar dan Menteri Budi Santoso pada Kamis, 29 Oktober 2026.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BPS Catat Inflasi Oktober 2026 Tahan di 3,23 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama

BEI Evaluasi Insentif Pajak 3% dan Rilis Empat Pilar Strategis untuk Genjot IPO dan Akses Pendanaan UMKM
Laba Bersih Phapros Melonjak 311% Didorong Efisiensi Operasional dan Penguatan Portofolio
