Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BEI Evaluasi Insentif Pajak 3% dan Rilis Empat Pilar Strategis untuk Genjot IPO dan Akses Pendanaan UMKM

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: Detik Bursa & Emas
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

BEI Evaluasi Insentif Pajak 3% dan Rilis Empat Pilar Strategis untuk Genjot IPO dan Akses Pendanaan UMKM
BAGIKAN:

Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan langkah strategis baru untuk meningkatkan antusiasme perusahaan dalam melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) sekaligus memperluas akses pendanaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di balik rencana tersebut, BEI melalui kerja sama dengan PT Dimensi International Tax secara resmi mengevaluasi efektivitas insentif Pajak Penghasilan (PPh) badan sebesar 3% yang selama ini diberikan kepada emiten yang memenuhi kriteria tertentu. Langkah ini merupakan bagian integral dari empat inisiatif utama yang dirancang untuk mempersempit kesenjangan kesiapan perusahaan dalam melantai di pasar modal, menandai komitmen regulator untuk membuat proses publikasi saham menjadi lebih inklusif dan terstruktur.

Evaluasi Insentif Pajak sebagai Fondasi Inisiatif Strategis

Directur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa evaluasi kebijakan perpajakan ini tidak dilakukan secara sendirian, melainkan hasil kajian mendalam yang telah diselesaikan bersama konsultan pajak internasional. Menurutnya, tujuan utama dari revisi atau evaluasi insentif PPh tersebut adalah untuk memastikan bahwa mekanisme insentif benar-benar memberikan daya tarik bagi emiten tanpa mengorbankan kualitas data pasar. Kebijakan ini menjadi salah satu dari empat pilar strategis yang dicanangkan BEI, di mana fokus lainnya ditujukan secara khusus untuk memberdayakan segmen UMKM. Melalui pendekatan komprehensif ini, BEI berharap dapat mengubah persepsi bahwa melantai di bursa adalah hal yang rumit, sehingga lebih banyak pelaku usaha dapat memanfaatkan instrumen pasar modal sebagai mesin pertumbuhan bisnis.

Lahirnya National GoPublic Academy dan Kolaborasi Lintas Instansi

Untuk mewujudkan akses pendanaan bagi UMKM secara konkret, BEI telah meluncurkan program National GoPublic Academy for Small Medium Enterprises (SME). Inisiatif ini merupakan wadah pembinaan bertahap yang dirancang khusus untuk membekali perusahaan dengan penguatan fundamental bisnis, tata kelola, kualitas, dan transparansi hingga pemahaman menyeluruh mengenai prosedur IPO. Jeffrey menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk membantu perusahaan membangun model bisnis yang kuat serta laporan keuangan yang handal. Selain program edukasi, BEI juga menjalin sinergi dengan Kementerian UMKM untuk meningkatkan literasi finansial dan akses pelaku usaha terhadap alternatif pendanaan non-pasar modal konvensional.

Sebagai pilar keempat, penguatan kesiapan teknis perusahaan dilakukan melalui kerja sama dengan PT Surveyor Indonesia (Persero). Kolaborasi ini difokuskan pada proses verifikasi, validasi, serta peningkatan kualitas informasi baik bersifat keuangan maupun non-keuangan. "Kesiapan untuk menjadi perusahaan publik bukan hanya soal pendapatan atau aset, melainkan juga legalitas, tata kelola, manajemen risiko, transparansi, serta kesiapan menghadapi tuntutan keberlanjutan, termasuk ESG dan dekarbonisasi," pungkas Jeffrey. Dengan mengintegrasikan empat pilar strategis ini—evaluasi pajak, pembinaan UMKM, edukasi lintas kementerian, dan verifikasi kesiapan—BEI berupaya menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih sehat, transparan, dan berdaya saing di tingkat nasional.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸