Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Inflasi Oktober 2026 Tandai Kenaikan Harga Cabai dan Transportasi Jadi Sorotan BPS

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Inflasi Oktober 2026 Tandai Kenaikan Harga Cabai dan Transportasi Jadi Sorotan BPS
BAGIKAN:

Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan bahwa tingkat inflasi nasional pada Oktober 2026 mencapai 3,23 persen secara year on year (yoy) dan 0,22 persen secara bulanan (month to month). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan dalam konferensi pers yang berlangsung pada Senin (1/11) bahwa kenaikan harga ini didorong secara signifikan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok tersebut mencatat inflasi sebesar 0,51 persen dengan kontribusi atau andil mencapai 0,15 persen terhadap total inflasi nasional bulan lalu.

Faktor Pendorong Utama Inflasi

Komoditas yang menjadi penggerak utama inflasi pada kelompok makanan dan minuman adalah cabai merah, yang menyumbang andil inflasi sebesar 0,13 persen. Disusul oleh cabai rawit dengan andil 0,05 persen serta tomat dengan andil 0,04 persen. Ateng Hartono menambahkan bahwa selain kelompok pangan, tarif angkutan udara juga memberikan andil inflasi dominan di luar kelompok tersebut, yakni sebesar 0,01 persen. Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki tercatat memberikan pendorong inflasi terbesar kedua dengan laju inflasi 0,06 persen, namun kontribusinya terhadap total inflasi masih berada di angka 0 persen.

Secara komposisi harga, inflasi inti tercatat sebesar 0,12 persen dengan andil 0,07 persen. Harga yang diatur pemerintah menyumbang inflasi 0,09 persen dengan andil 0,02 persen. Menariknya, komponen harga bergejolak menunjukkan inflasi tertinggi di antara ketiga kategori tersebut, yakni sebesar 0,77 persen dengan andil 0,13 persen. Komoditas yang mendominasi kenaikan harga bergejolak ini meliputi cabai merah, cabai rawit, tomat, sawi hijau, labu siam/jipang, dan sawi putih.

Data ini menunjukkan bahwa volatilitas harga pangan, khususnya sayuran dan bahan pangan segar, masih menjadi tantangan utama dalam stabilitas harga nasional. Dengan andil yang signifikan dari kelompok bergejolak dan makanan, BPS menekankan pentingnya pemantauan lanjutan terhadap rantai pasok dan harga di pasar untuk memastikan kelangsungan stabilitas ekonomi bagi masyarakat.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸