Laba Bersih Phapros Melonjak 311% Didorong Efisiensi Operasional dan Penguatan Portofolio
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.
Pertumbuhan signifikan terlihat pada laporan keuangan kuartal III 2026 dari emiten farmasi BUMN PT Phapros Tbk (PEHA), yang mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 311,58% menjadi Rp31,60 miliar. Kinerja impresif ini ditopang oleh peningkatan penjualan sebesar 15,07% secara tahunan menjadi Rp786,57 miliar, sekaligus memperlihatkan keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional di tengah dinamika pasar.
Dampak Transformasi Bisnis dan Efisiensi Biaya
Kemajuan efisiensi Phapros tercermin pada pertumbuhan EBITDA sebesar 30,26% menjadi Rp117,66 miliar untuk periode Januari-September 2026, dengan margin yang naik dari 13,2% menjadi 15%. Selain itu, perusahaan berhasil mengendalikan harga pokok produksi (HPP) yang hanya naik 11,04% menjadi Rp384,04 miliar, sehingga rasio HPP terhadap penjualan turun menjadi 48,8% dari sebelumnya 50,6%. Strategi ini berhasil mendorong kenaikan laba kotor sebesar 19,19% menjadi Rp402,53 miliar dengan margin yang meningkat menjadi 51,2%.
Secara keseluruhan, Phapros membukukan penjualan kumulatif sembilan bulan pertama 2026 sebesar Rp940,88 miliar, tumbuh 26,34% dibandingkan tahun sebelumnya. Arus kas bersih dari aktivitas operasi juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 142,85% menjadi Rp129,96 miliar, sementara kas dan setara kas per 30 September 2026 naik 70,54% menjadi Rp157,54 miliar. Total aset perusahaan pun meningkat 4,74% menjadi Rp1,45 triliun, menegaskan fundamental keuangan yang semakin kokoh.
Dirut PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, menjelaskan bahwa lonjakan kinerja ini merupakan hasil dari eksekusi strategi penguatan modal kerja, pengendalian biaya terukur, serta transformasi sistem bisnis yang dimulai sejak 2025. Ia menyatakan optimisme bahwa tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun, didorong oleh produktivitas operasional yang semakin efisien dan kekuatan profitabilitas perusahaan yang terus terjaga.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Kementerian UMKM dan BEI Akselerasi 200 UKM Menuju Pasar Modal Lewat Go Public Academy

Kementerian UMKM Ingatkan UKM Jangan Buru-Buru IPO: Kesiapan Tata Kelola Jadi Kunci Utama

Laba Bersih Phapros Melonjak 311,58 Persen, Didukung Efisiensi Operasional dan Penguatan Margin EBITDA
