Spesialis Olahraga Sebut Tiga Kesalahan Fatal yang Membuat Lari Marathon Tidak Menyehatkan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Komitmen fisik para pelari amat penting dalam mempersiapkan kondisi tubuh sebelum mengikuti perlombaan, terutama pada jarak jauh seperti marathon. Namun, banyak hal yang sering terlewatkan, mulai dari memaksakan diri saat tubuh sedang tidak fit hingga kurangnya strategi hidrasi yang tepat. Dr. Andi Kurniawan, SpKO, seorang spesialis kedokteran olahraga, mengatakan bahwa salah satu kesalahan paling umum adalah mengabaikan sinyal tubuh saat sedang tidak siap untuk berlomba. Dalam program 'detikSore' yang tayang pada Selasa (27/10/2026), ia menegaskan bahwa memaksakan diri demi mencapai target justru berisiko menurunkan performa dan kesehatan pelari.
Faktor Kondisi Fisik dan Psikologis sebagai Pemicu Risiko
Pelari yang bukan atlet profesional biasanya memiliki berbagai aktivitas lain, seperti pekerjaan, yang dapat memengaruhi waktu dan kualitas latihan mereka. Dr. Andi menekankan bahwa faktor-faktor seperti kualitas tidur, kesehatan, beban pekerjaan, serta cuaca harus dievaluasi secara saksama sebelum berlomba. 'Ketika kondisinya kurang baik, ia tetap memaksakan diri untuk mencapai targetnya,' kata Dr. Andi, yang menggarisbawahi pentingnya kesadaran diri dan diskusi internal tentang kesiapan tubuh. Tanpa evaluasi yang jujur, risiko cedera atau kelelahan melampaui batas toleransi meningkat signifikan.
Latihan yang Tidak Optimal dan Strategi Hidrasi yang Sering Terabaikan
Salah satu kesalahan lain yang sering terjadi adalah durasi dan intensitas latihan yang tidak memadai. Marathon membutuhkan persiapan berbulan-bulan dengan berbagai latihan, termasuk *long run* dan interval, tetapi banyak pelari yang mengabaikannya. Dr. Andi menjelaskan, 'Latihannya kurang, tidurnya kurang, sehingga menjadi faktor risiko.' Selain latihan, pengabaian terhadap strategi hidrasi juga menjadi penyebab kelelahan dan risiko dehidrasi. 'Misalnya ada *water station*, tapi mereka melewatkan kesempatan minum karena mengejar waktu,' katanya. Ia menambahkan bahwa fasilitas pendinginan tubuh, seperti penyiraman air, juga sering dihindari, padahal efektif untuk mengurangi beban panas dalam cuaca ekstrem.
Untuk menjaga kesehatan dan keamanan saat berlomba, pelari perlu membangun rencana yang menyeluruh. Evaluasi kondisi tubuh secara jujur, latihan yang terstruktur dan teratur, serta strategi hidrasi dan pendinginan yang disiplin adalah kunci untuk mencegah risiko. Dengan mengedepankan kesehatan di atas ambisi mengejar waktu, para pelari dapat menikmati lomba dengan lebih aman dan berkelanjutan. Dr. Andi mengimbau agar para peserta tidak ragu untuk menurunkan target atau bahkan membatalkan keikutsertaan jika kondisi fisik tidak mendukung.
BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Di Balik Puncak F1 2026: Rutinitas Latihan Ekstrem Kimi Antonelli Jaga Kebugaran di Tengah Tekanan G-Force

Polri dan BPOM Rumuskan Regulasi Ketat untuk Atasi Penyalahgunaan Kratom

Kapolri dan Kepala BPOM Perketat Pengawasan Narkotika, Obat Keras, dan Kosmetik Ilegal
