Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Di Balik Puncak F1 2026: Rutinitas Latihan Ekstrem Kimi Antonelli Jaga Kebugaran di Tengah Tekanan G-Force

KesehatanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Detik Health & Antara News & Detik Health
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Di Balik Puncak F1 2026: Rutinitas Latihan Ekstrem Kimi Antonelli Jaga Kebugaran di Tengah Tekanan G-Force
BAGIKAN:

Andrea Kimi Antonelli baru saja mengukir sejarah emas dengan menjadi juara dunia termuda Formula 1 2026, sebuah pencapaian yang ditandai dengan finis di posisi ketiga pada Grand Prix Meksiko 2026. Ajang yang digelar di Sirkuit Hermanos Rodrigues, Mexico City, tersebut menjadi momen krusial di mana fisik pembalap diuji pada batas ekstrem. Namun, di balik kokpit mobil Formula 1 yang memekakkan telinga, tersembunyi rahasia utama ketangguhan prestasi Antonelli: protokol latihan kebugaran yang sangat intensif dan terstruktur untuk bertahan terhadap tekanan gravitasi tinggi selama balapan.

Menurut laporan Corriere della Sera, rutinitas harian Antonelli tidak sekadar berfokus pada kardio, tetapi mencakup penguatan otot spesifik yang krusial untuk balap. Ia melakukan latihan memperkuat otot leher menggunakan beban hingga 40 kilogram. Latihan ini dilakukan untuk memastikan kepala tetap stabil saat mobil melaju kencang, terutama saat manuver menikung tajam atau pengereman mendadak. Ketidakstabilan kepala dapat menurunkan konsentrasi dan performa, sehingga kekuatan leher menjadi faktor penentu keselamatan serta kemenangan.

Dukungan Fisik dan Mental dari Tim Afiliasi

Kimi Antonelli tidak menangani kebugarannya sendirian. Sejak 2023, ia bekerja sama dengan Sergi Avila, seorang spesialis kebugaran, untuk memonitor kualitas tidur, menganalisis data performa fisik, dan mengelola tingkat stres. Kerja sama ini telah terjalin sejak era Formula Regional dan terus berlanjut hingga puncak karier di Mercedes-AMG Petronas. Selain Avila, Antonelli juga dibantu oleh seorang pelatih mental di Inggris yang membantu menjaga kesiapan psikologisnya menghadapi tekanan persaingan juara dunia yang semakin ketat.

Keputusan untuk mengintegrasikan aspek mental dan fisik ini didukung oleh pernyataan langsung dari Antonelli. "Saya harus memastikan tingkat energi saya selalu 100 persen untuk memanfaatkan sepenuhnya performa mobil," kata ia, menyoroti betapa krusialnya kondisi prima untuk mengekstrak performa maksimal dari kendaraan. Tanpa kekuatan otot leher yang memadai, seorang pembalap akan kesulitan mempertahankan pandangan ke lintasan di tengah guncangan yang dihasilkan oleh G-force yang besar.

Implikasi bagi Standar Kebugaran Pembalap Muda

Prestasi Antonelli memunculkan standar baru dalam pengembangan pembalap muda di kancah Formula 1. Fokus pada penguatan otot leher, manajemen tidur, serta dukungan mental menjadi pilar utama yang harus ditekankan dalam kurikulum fisik pembalap, tidak hanya untuk menang, tetapi juga untuk bertahan dalam kondisi balapan modern yang semakin menuntut ketahanan fisik. Dengan kombinasi antara data ilmiah kebugaran dan disiplin latihan yang ekstrem, Antonelli membuktikan bahwa gelar juara dunia tidak hanya datang dari bakat di balik kemudi, tetapi juga dari kesiapan tubuh yang sempurna.

BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Meow! Tanya Nesi!
😸