WNI Dominasi Sektor Medis Johor, 79 Persen Pasien Asing Asal Indonesia

Republik Indonesia menyumbang porsi besar bagi sistem layanan kesehatan Malaysia, khususnya di wilayah perbatasan. Data terbaru menunjukkan bahwa warga negara Indonesia (WNI) merupakan segmen utama pasien asing yang memanfaatkan fasilitas medis di Johor Bahru. Keberadaan populasi WNI ini tidak hanya berdampak pada sektor medis, tetapi juga memicu peningkatan konektivitas infrastruktur antarnegara guna memfasilitasi mobilitas masyarakat.
Konektivitas Feri Baru untuk Memperlancar Layanan Kesehatan
Konsul Jenderal Indonesia di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, mengungkapkan bahwa pembukaan rute feri baru yang menghubungkan Terminal Feri Internasional Puteri Harbour dengan Terminal Feri Gold Coast di Bengkong, Batam, akan menjadi katalis penting. Jalur ini dirancang untuk mempermudah akses bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan maupun tujuan wisata, mengingat kawasan barat Batam tengah berkembang pesat. Sigit menegaskan bahwa rute ini memberikan opsi tambahan bagi penduduk Johor yang ingin beraktivitas di Batam, sekaligus memudahkan wisatawan Indonesia untuk mencapai destinasi seperti Johor Premium Outlets dan Legoland.
Secara kuantitatif, dominasi pasien WNI di Johor sangat signifikan. Pada tahun 2025, dari total 127 ribu pasien luar negeri yang menerima perawatan di wilayah tersebut, 79 persen berasal dari Indonesia. Angka ini sejalan dengan tingginya frekuensi kunjungan wisatawan domestik yang tercatat mencapai 1,5 juta orang selama periode yang sama. Data ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pasar utama bagi sektor pariwisata medis di Johor, didorong oleh efisiensi transportasi laut yang telah ada.
Proyeksi Peningkatan Mobilitas Pasca-Pandemi
Untuk memperkuat posisi strategis tersebut, Konsulat Jenderal RI juga mendorong pemulihan rute penerbangan langsung antar-kota. Kota-kota seperti Bandung, Yogyakarta, dan Lombok sebelumnya memiliki konektivitas udara langsung dengan Johor, namun frekuensinya menurun drastis setelah pandemi COVID-19 akibat tantangan operasional dan kenaikan harga bahan bakar. Saat ini, pembahasan untuk menghidupkan kembali rute Bandung-Johor tengah dilakukan. Sigit meyakini bahwa integrasi antara jalur feri dan penerbangan akan memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih luas bagi pariwisata kedua negara, serta memastikan bahwa akses kesehatan bagi WNI tetap optimal dan mudah dijangkau.
BERITA TERKAIT (Kesehatan)

38 Persen Puskesmas RI Kekosongan Nakes, Kemenkes Targetkan 6.927 Tenaga Baru

Keajaiban Medis: Melahirkan 4 Bayi Kembar Selamat di Usia 50 Tahun

The Guardian: Lebih dari Separuh Video TikTok Kesehatan Mental Disebut Menyesatkan
