Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Polisi Numpang KRL untuk Gerebek Sindikat Narkoba di Kampung Bahari

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Polisi Numpang KRL untuk Gerebek Sindikat Narkoba di Kampung Bahari
BAGIKAN:

Aparat keamanan memilih jalur kereta rel listrik (KRL) sebagai strategi taktis untuk menjangkau Kampung Bahari, Jakarta Utara, dalam operasi penggerebekan narkoba besar-besaran yang berlangsung pada Minggu, 1 November. Kebijakan ini diambil untuk memaksimalkan kelancaran mobilitas personel menuju titik target dari sisi jalur rel, sebuah langkah logistik yang kemudian memicu perhatian publik setelah video aparat berdesakan di gerbong kereta menyebar luas di media sosial.

Koordinasi Lintas Instansi dan Dampak Operasional KRL

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi bahwa perjalanan kereta luar biasa (KLB) rute Jakarta Kota-Tanjung Priok sekitar pukul 06.25 WIB tersebut merupakan hasil koordinasi langsung antara kepolisian dan KAI Commuter. Meskipun KAI Commuter memastikan operasional reguler tidak terdampak signifikan, mereka menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan tiga perjalanan KRL selama 4-19 menit. Keterlambatan ini terjadi akibat kerumunan warga yang berkumpul di sekitar jalur rel saat proses penggerebekan oleh aparat sedang berlangsung secara intensif.

Viralnya video tersebut memperlihatkan detail situasi di lapangan, di mana terlihat aparat kepolisian, beberapa di antaranya mengenakan helm dan membawa tameng, turun dari gerbong KRL saat kereta berhenti di Kampung Bahari. Adegan ini menangkap momen kritis persiapan serangan gabungan yang melibatkan kolaborasi solid antara Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, serta Badan Narkotika Nasional (BNN).

Hasil Operasi: 27 Tersangka dan Barang Bukti Berisiko Tinggi

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan secara serempak dari berbagai sisi arah untuk meminimalisir hambatan. Hasil operasi ini dinilai signifikan dengan penangkapan 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Selain menahan puluhan tersangka, penyidik juga berhasil menyita barang bukti komprehensif yang mencerminkan tingginya skala operasi, mencakup sabu, ganja, ekstasi, mesin pencetak pil ekstasi, alat isap sabu, senjata tajam, senjata api, hingga uang tunai hasil penjualan narkotika.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ