Polda Banten Tetapkan 14 Tersangka Penimbun BBM Subsidi dengan Modus Modifikasi Truk
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Polda Banten menetapkan 14 orang sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Para pelaku ini terindikasi melakukan pembelian BBM subsidi secara berulang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Banten untuk kemudian dijual kembali dengan tujuan mencari keuntungan.
Pengungkapan kasus ini berawal dari penyidikan yang dilakukan polisi berdasarkan 8 laporan polisi yang masuk ke tingkat Polres maupun Polda. Kapolda Banten, Irjen Hendra Kurniawan, menjelaskan bahwa para pelaku memanfaatkan kendaraan bermotor dengan modifikasi khusus. "Modusnya seperti ini menggunakan tangki yang diangkut, disimpan di dalam truk, dimodifikasi," ujar Hendra pada Senin (2/11/2026). Tangki tersebut difungsikan untuk menyimpan BBM yang diisap dari SPBU.
Proses penimbunan dilakukan dengan pola operasi yang sistematik, di mana para pelaku membeli BBM secara berulang, mengangkutnya, lalu menurunkannya di lokasi penampungan. "Yang mereka lakukan kegiatan pembelian secara berulang, beli di sini diturunkan datang lagi dan diturun, kemudian ditampung dan dijual lagi," tambahnya. Dalam setiap liter BBM subsidi yang diperjualbelikan, para pelaku berhasil mengambil selisih keuntungan berkisar antara Rp1.500 hingga Rp3.500.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyidikan terkait jalur distribusi dan lokasi penjualan akhir dari BBM hasil penimbunan tersebut. "Terkait penjualannya ke mana nanti kita dalami karena ini masuk ranah penyidikan," tegas Hendra. Proses hukum akan terus berlanjut untuk mengungkap seluruh rangkaian jaringan distribusi ilegal ini.
BERITA TERKAIT (Kriminal)

Tragedi Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Orang, Polisi Bidik Pertanggungjawaban Perusahaan

Polda Metro Genjot Penyidikan Kasus Bertrand Peto, RS Polri Temukan Jejak Kekerasan pada Jasad Balita di Jaksel

KPK Desak Nusron Wahid Kooperatif di Tengah Rencana Kunjungan ke Jepang
