Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Perkuat Ekonomi Lokal: Ceria Gandeng Penjahit Wolo, Pertamina Bawa UMKM ke Pasar Global

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Tempo Nasional & CNBC Indonesia
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Perkuat Ekonomi Lokal: Ceria Gandeng Penjahit Wolo, Pertamina Bawa UMKM ke Pasar Global
BAGIKAN:

Dua langkah strategis pemberdayaan ekonomi lokal yang saling melengkapi kini menjadi sorotan dunia usaha di Indonesia. Di satu sisi, PT Ceria Nugraha Indotama menggandeng UMKM penjahit di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, untuk pengadaan pakaian APD karyawan, sementara di sisi lain, PT Pertamina (Persero) sukses membawa lima UMKM binaan menembus forum internasional ASCOPE 2026 di Bali. Kedua inisiatif ini menandai komitmen korporasi besar untuk tidak hanya berfokus pada keuntungan internal, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar melalui penguatan kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah.

Strategi Ceria dan Ekspansi Global Pertamina

Kolaborasi PT Ceria Nugraha Indotama dengan para penjahit lokal di Wolo berfokus pada pemenuhan kebutuhan pakaian kerja sekaligus membuka peluang bisnis bagi warga sekitar. Langkah ini dinilai efektif dalam memperkuat rantai pasok lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kolaka. Berbeda dengan skala regional yang dilakukan Ceria, PT Pertamina mengambil pendekatan yang lebih luas dengan menempatkan lima UMKM unggulan, yakni Toosi Coffee, Econiq, Bali Pure, Haluan Bali, dan Pertenunan Astini, ke forum ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) Council Meeting 2026 yang berlangsung pada 16-28 Oktober 2026 di Bali.

Keberhasilan UMKM binaan Pertamina di panggung internasional terbukti dari catatan transaksi penjualan yang mencapai ratusan juta rupiah selama gelaran forum tersebut. Kehadiran produk-produk berbasis keberlanjutan dan kekayaan alam khas Indonesia ini membuka akses pasar global yang lebih luas, memungkinkan pelaku usaha lokal membangun jejaring bisnis dengan mitra internasional. Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terutama pada tujuan pekerjaan layak dan industri kreatif.

Dampak Jangka Panjang bagi Pemberdayaan UMKM

Penguatan kapasitas UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan laba perusahaan induk, tetapi juga pada penciptaan manfaat sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina dan mitra korporasi lainnya terus mendorong pelaku usaha untuk naik kelas, memperluas jangkauan pemasaran, serta mengoptimalkan potensi daerah. Dengan integrasi antara pengadaan lokal seperti yang dilakukan Ceria di Kolaka dan eksekusi pasar global seperti yang dilakukan Pertamina di Bali, industri nasional diharapkan dapat membentuk ekosistem bisnis yang lebih tangguh, di mana produk lokal berkualitas mampu bersaing dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ