Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Pasokan Alumina dan Aluminium RI Diproyeksi Melimpah, Ini Pendorongnya

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Pasokan Alumina dan Aluminium RI Diproyeksi Melimpah, Ini Pendorongnya
BAGIKAN:

Indonesia diproyeksikan menghadapi kelebihan pasokan alumina hingga aluminium dalam beberapa tahun ke depan seiring pembangunan sejumlah smelter bauksit dan pabrik aluminium baru. Proyeksi Indonesia Mining Institute (IMI) itu muncul ketika kebutuhan aluminium domestik masih mencapai sekitar 1,2 juta ton per tahun.

Produksi Alumina Bertambah dari Kalimantan Barat

Chairman IMI Irwandy Arif menyebut lonjakan pasokan terutama didorong proyek pengolahan bauksit menjadi alumina di Mempawah, Kalimantan Barat. PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) telah mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 1 dengan kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun.

BAI juga membangun SGAR Fase 2 dengan kapasitas tambahan 1 juta ton per tahun. Jika proyek tersebut rampung, total produksi alumina BAI akan mencapai 2 juta ton per tahun. Kondisi itu dinilai dapat meningkatkan pasokan bahan baku untuk industri aluminium nasional.

Kapasitas Pabrik Aluminium Ikut Digenjot

Selain BAI, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyiapkan pabrik aluminium baru di Mempawah. Proyek dengan perkiraan investasi US$ 2,4 miliar itu ditargetkan memproduksi sekitar 600.000 ton aluminium per tahun. Dengan tambahan tersebut, kapasitas produksi Inalum diproyeksikan naik menjadi sekitar 900.000 ton per tahun dari saat ini sekitar 275.000 ton.

Pabrik lain dibangun PT Kalimantan Aluminium Industry, anak usaha PT Adaro Minerals Indonesia Tbk, di kawasan KIPI, Tanah Kuning-Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Smelter seluas 600 hektare itu memiliki kapasitas tahap pertama 500.000 ton aluminium per tahun. Saat ini, kapasitas produksi aluminium nasional masih sekitar 200.000-300.000 ton sehingga Indonesia masih mengandalkan impor. Menurut IMI, hilirisasi bauksit hingga aluminium dapat meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut hingga 80 kali.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ