Menperin Sarmuji: Industri Manufaktur Nasional Berpeluang Terus Ekspansif dan Ciptakan Lapangan Kerja
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Kementerian Perindustrian menyampaikan pandangan optimis terhadap prospek ekonomi nasional, dengan menegaskan bahwa sektor industri manufaktur masih berada dalam tren pertumbuhan yang positif. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan bahwa sektor ini tidak hanya menunjukkan kinerja yang baik secara makro, tetapi juga memiliki ruang signifikan untuk terus mengembang di masa mendatang. Pernyataan ini menggarisbawahi keyakinan pemerintah bahwa fondasi industri dalam negeri tetap kokoh dan mampu menjadi penggerak utama pemulihan serta penguatan ekonomi Indonesia.
Kinerja Subsektor Dorong Serapan Tenaga Kerja
Dalam analisisnya, Sarmuji menyoroti bahwa optimisme tersebut ditopang oleh kinerja sejumlah subsektor yang berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hal yang paling membanggakan dari tren positif ini adalah kemampuan sektor manufaktur dalam menyerap tenaga kerja, yang merupakan indikator vital bagi keberlanjutan ekonomi inklusif. Kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja baru menjadi bukti nyata bahwa industrialisasi tidak hanya berfokus pada angka output, tetapi juga pada aspek sosial dan stabilitas ekonomi masyarakat.
Menurut sumber dari CNBC Indonesia, penilaian mengenai kesehatan industri ini disampaikan dalam program Squawk Box yang disiarkan pada Senin, 2 November 2026. Melalui forum tersebut, Sarmuji memaparkan data dan fakta terkini yang memperlihatkan bahwa meskipun terdapat dinamika pasar global, industri dalam negeri masih mampu adaptasi dan menunjukkan ekspansi yang sehat. Kehadiran subsektor yang tumbuh dengan cepat menjadi sinyal positif bahwa diversifikasi industri mulai membuahkan hasil yang konkret.
Komitmen Kementerian Perindustrian untuk menjaga momentum ini menjadi kunci utama dalam strategi jangka menengah. Dengan memastikan bahwa tren ekspansif ini berlanjut, diharapkan sektor manufaktur dapat terus menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah internasional. Langkah-langkah strategis yang telah dicanangkan bertujuan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ini, memastikan bahwa sektor industri tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga berkualitas dan berdaya tahan menghadapi perubahan kondisi ekonomi global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Robert Budi Hartono Kembali Jadi Orang Terkaya RI, Kekayaan Capai US$12,2 Miliar

Emiten TAPG Bagi Dividen Interim Rp1,39 T, Rekaman pada 12 November 2026

IHSG Raih Penguatan 0,95% di Sesi I, Asing Borong 10 Saham Ini Meski Catat Net Sell
