⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

23 UKM Diproyeksi IPO di BEI, Mayoritas dari Sektor FB

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Market & Saham
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

23 UKM Diproyeksi IPO di BEI, Mayoritas dari Sektor FB
BAGIKAN:

Sekitar 23 Usaha Kecil Menengah (UKM) berpotensi melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mereka merupakan peserta program pendampingan intensif atau coaching yang diselenggarakan oleh Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari strategi menaikkan kelas perusahaan.

Deputi Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengungkapkan bahwa per Juli 2025, terdapat 42 emiten yang tercatat di Papan Akselerasi BEI. Dari 23 perusahaan UKM yang sedang mengikuti program pendampingan ini, sektor makanan dan minuman (F&B) mendominasi dengan porsi sekitar 40%, disusul sektor fesyen yang menyumbang 20%, sementara sisanya berasal dari berbagai sektor lainnya. Proses seleksi dan verifikasi ketat telah menyaring ratusan pendaftar menjadi 23 peserta final.

Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif “Rise to IPO” melalui peluncuran Go Public Academy for Small and Medium Enterprises. Pada tahun berjalan, jangkauan program menjangkau 33 kota, lebih luas dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya. Para peserta harus melewati tujuh tahapan presisi yang mencakup persiapan bisnis hingga penyusunan prospektus, serta wajib memenuhi persyaratan formal seperti menjalani audit laporan keuangan.

Bagus menekankan bahwa program ini bersifat jangka panjang dan berfokus pada kualitas, bukan sekadar mengejar kuantitas IPO. Keputusan untuk melantai di bursa sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing perusahaan peserta yang sudah mencapai kesiapan (ready) untuk mengakses pasar modal. “Kami berharap perusahaan-perusahaan yang naik kelas ini menjadi bagian dari upaya memperbesar pasar modal kita,” ujar Bagus usai acara peluncuran di Gedung BEI, Senin (2/11/2026).

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸