Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Lahar Semeru Alami Getaran 6 Jam, Tanggul Desa Purorejo Jebol Akibatkan Banjir

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Lahar Semeru Alami Getaran 6 Jam, Tanggul Desa Purorejo Jebol Akibatkan Banjir
BAGIKAN:

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan dinamika signifikan setelah hujan intensitas tinggi memicu fenomena getaran banjir lahar yang tercatat berlangsung selama enam jam penuh pada Senin (2/11). Data resmi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru mengungkapkan bahwa fenomena ini terjadi pada periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, dengan amplitudo mencapai 65 mm dan durasi gempa mencapai 21.600 detik. Kondisi cuaca yang didominasi hujan deras dengan angin lemah ke arah barat dan barat laut turut memperparah situasi di lereng gunung berapi tertinggi di Jawa tersebut.

Rekomendasi Kritis dari PVMBG

Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Petugas Pos Pengamatan, Agastya Rajendra, memberikan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Selain itu, larangan beraktivitas juga berlaku dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak. Masyarakat juga dilarang keras mendekati kawah dalam radius 5 kilometer demi keselamatan dari bahaya lontaran batu pijar.

Secara visual, puncak Gunung Semeru dilaporkan tertutup kabut tebal sehingga asap kawah tidak teramati jelas, dengan suhu udara berkisar antara 19 hingga 21 derajat Celcius. Di samping getaran banjir lahar, seismograf juga merekam satu kali gempa guguran dengan amplitudo 6 mm dan 14 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-25 mm. Data kegempaan ini menjadi indikator penting bagi para ahli vulkanologi untuk memantau potensi erupsi susulan atau peningkatan aktivitas magma di dalam gunung.

Dampak Deras di Lahan Perkebunan

Dampak langsung dari hujan intensitas tinggi selama enam jam tersebut dirasakan oleh warga di hilir. Debit air di sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) Semeru meningkat drastis, yang akhirnya menyebabkan tanggul di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, jebol. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi warga di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dingin yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat curah hujan tinggi.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ