Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tiga Peserta Aksi Sumpah Pemuda di HI Akui Bukan Mahasiswa dan Disebut Dibayar

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: CNN Nasional
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Tiga Peserta Aksi Sumpah Pemuda di HI Akui Bukan Mahasiswa dan Disebut Dibayar
BAGIKAN:

Tiga peserta aksi Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, yang mengaku sebagai mahasiswa, resmi meminta maaf dan meluruskan publik bahwa mereka bukanlah anggota resmi dari kampus yang almamaternya mereka kenakan. Dalam video klarifikasi yang diunggah secara terpisah, Vrisma Nurhaliza, Sari Putri, dan Bayu Setiadi alias Dino menegaskan bahwa identitas mahasiswa yang mereka sandangkan tersebut adalah palsu. Vrisma, yang mengenakan jas almamater Universitas Terbuka, secara eksplisit mengakui bahwa kehadirannya di lokasi aksi didasari oleh adanya imbalan finansial, bukan karena keterlibatan akademis.

Klarifikasi Individu dan Asal-Usul Almamater

Apakah penggunaan almamater tersebut merupakan kelalaian atau bagian dari skema tertentu? Vrisma Nurhaliza menyatakan bahwa dirinya bukan bagian dari mahasiswa Universitas Terbuka dan meminta maaf atas penggunaan atribut tersebut pada 29 Oktober 2026. Sementara itu, Sari Putri, yang mengenakan almamater berlogo lama Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), menjelaskan bahwa jas tersebut merupakan pemberian dari pihak yang tidak ia kenal. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mewakili sikap resmi institusi dan meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan peristiwa ini dengan seluruh civitas akademik UBSI.

Bayu Setiadi alias Dino, yang mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara, turut memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resmi BEM Undira. Dino mengaku mengikuti acara berdasarkan undangan dari sebuah komunitas dan mengakui adanya pembayaran untuk kehadirannya. Ia menyatakan tidak mengetahui asal-usul almamater yang diberikan kepadanya dan mengakui kesalahan dalam ketelitian menindaklanjuti pekerjaan tersebut. Dino juga menekankan bahwa video permintaan maafnya dibuat tanpa adanya paksaan atau intimidasi, sehingga murni merupakan pengakuan atas kekeliruan individu.

Respons Polda Metro Jaya dan Konteks Acara

Terkait maraknya pemberitaan yang memicu perhatian publik, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan permohonan maaf atas nama institusi. Ia menjelaskan bahwa figur publik Raffi Ahmad dan Willie Salim hadir dalam acara tersebut sebagai tamu undangan penyelenggara yang bertujuan untuk memaknai Sumpah Pemuda. Polda Metro Jaya menyatakan menerima setiap kritik dengan lapang dada sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan serupa di masa mendatang, mengingat polemik yang muncul terkait validitas peserta yang mengenakan atribut kampus.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸