Longsor Bali: 2 Jalan Amblas, 2 Penghuni Glamping Badung Masih Dicari
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Bali diguncang serangkaian bencana tanah longsor pada Minggu malam (1/11) yang disebabkan curah hujan tinggi, menyebabkan kerusakan infrastruktur signifikan dan menelan korban jiwa yang diduga. Kejadian paling mengkhawatirkan terjadi di kawasan penginapan Eco Park Pelaga Glamping Retreat di Kabupaten Badung, di mana dua orang dilaporkan tertimbun material longsor dan masih dalam tahap pencarian intensif oleh tim penyelamat.
Operasi SAR di Area Glamping Badung
Peristiwa di Banjar Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, terjadi sekitar pukul 23.00 WITa. Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan resmi pada Senin (2/11) pagi. Menurut Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, pemilik glamping mencurigai adanya dua pengunjung yang terjebak di dalam bangunan saat tebing melanda area tersebut. Upaya pencarian awal oleh pengelola bersama BPBD Kabupaten Badung sempat tertunda karena akses yang curam dan hujan lebat, namun satu tim rescue dengan sembilan personel telah diterjunkan untuk melakukan evakuasi dengan prioritas keselamatan personel di lapangan.
Dampak Luas pada Jalan Penghubung Gianyar dan Bangli
Di wilayah lain di Bali, longsor juga merobohkan akses transportasi. Di Banjar Gambih, Desa Buahan, Kabupaten Gianyar, badan jalan sepanjang 15 meter amblas akibat tebing setinggi 20 meter runtuh pada Senin dini hari. Sementara itu, di Kabupaten Bangli, jalan penghubung antara Desa Peninjoan dan Desa Bangbang terputus, memaksa warga menempuh jalur alternatif sejauh 3 hingga 4 kilometer. Kerugian materiil masih didata, sementara potensi longsor susulan membuat area tersebut tetap dinyatakan rawan dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Menurut data terbaru, hujan deras sejak sore hari di area Pelaga Badung membuat satu bangunan hanyut terbawa arus sungai dan tiga bangunan lainnya roboh. Dari total 23 tamu yang menginap, termasuk enam warga negara asing, sebanyak 21 orang berhasil dievakuasi dengan selamat. Saat ini, Dinas PUPR Badung sedang mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor dan memastikan keamanan seluruh lokasi terdampak bencana tersebut.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

KPU Klaim Tugas Selesai, MA Resmi Batalkan Suket Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

Lahan 3 Hektare di Hutan Alas Roban Batang Terbakar, BPBD Jateng Duga Aksi Pembalakan Liar

Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Bibit Pohon Endemik untuk Pulihkan Tahura Bukit Soeharto
