Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gubernur DKI Luncurkan Duta Antihoaks, Libatkan 356 Pelajar SMA Perangi Hoaks

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News & Detik News
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Gubernur DKI Luncurkan Duta Antihoaks, Libatkan 356 Pelajar SMA Perangi Hoaks
BAGIKAN:

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi meluncurkan program Duta Antihoaks Jakarta 2026, sebuah inisiatif nasional pertama yang melibatkan 356 pelajar SMA dari 110 sekolah di ibu kota. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap disinformasi dengan mengintegrasikan generasi muda ke dalam front perlawanan terhadap hoaks. Dalam peluncuran yang berlangsung di Balai Kota Jakarta, Pramono menegaskan bahwa keterlibatan aktif pemuda menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran publik dalam memilah informasi yang beredar di ruang digital.

Seleksi Ketat dan Strategi Edukasi Generasi Muda

Proses rekrutmen para calon duta ini melewati seleksi ketat yang berlangsung selama empat bulan, dimulai sejak pendaftaran dibuka pada Juli 2026. Dari ratusan peserta, hanya 50 pelajar yang lolos ke tahap pelatihan internal, sebelum akhirnya menyisakan 10 finalis. Mereka ditugaskan untuk menyusun proyek kampanye literasi digital yang dipresentasikan di hadapan dewan juri, yang terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi DKI, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta praktisi konten. Winda dan Ibrahim terpilih sebagai dua duta antihoaks yang akan menjalankan misi edukasi selama satu tahun ke depan.

Menargetkan Penipuan Berkedok Pejabat sebagai Hoaks Teratas

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan bahwa program ini merespons tren terkini di mana penipuan atas nama pejabat menjadi jenis hoaks yang paling banyak beredar di Jakarta. Oleh karena itu, kedua duta terpilih akan fokus pada kampanye edukasi interaktif ke sekolah-sekolah serta pembentukan agen antihoaks di lingkungan pendidikan. Mereka juga akan mengembangkan kampanye berbasis isu lokal Jakarta untuk mencegah penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Pramono menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah memiliki program "Jakarta Lawan Hoaks" (Jalahoaks), namun upaya tersebut dinilai belum cukup tanpa keterlibatan aktif generasi muda. Ia menekankan pentingnya transparansi informasi, termasuk komitmen untuk tidak melakukan wawancara secara off-the-record, guna meminimalkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ke depan, keberhasilan program ini akan diukur melalui perubahan perilaku masyarakat dalam menyikapi informasi digital.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸