KKP Evakuasi 6 Ton Sampah Laut dalam Aksi LAUT SEBASAH di PPS Nizam Zachman

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat pencapaian signifikan dengan pengumpulan 6 ton sampah dalam aksi LAUT SEBASAH di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Jakarta. Kegiatan yang melibatkan ratusan peserta ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan untuk memperingati Hari Ulang Tahun KKP ke-27, sekaligus menegaskan komitmen negara dalam menjaga kebersihan ekosistem maritim.
Aksi Nyata di Pelabuhan Strategis Nasional
Aksi bersih-bersih tersebut dilaksanakan pada Jumat pagi (30/10/2026). Para peserta tidak hanya melakukan pengumpulan, tetapi juga proses pemilahan, penimbangan, pendataan, hingga pengangkutan sampah untuk dikelola secara lebih lanjut. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengapresiasi partisipasi semua pihak dan menegaskan bahwa polusi sampah laut harus diurai karena berkaitan langsung dengan masa depan kehidupan manusia. "Masalah polusi sampah di laut harus terus kita urai karena ini kaitannya dengan masa depan kehidupan kita," ujar Trenggono pada Senin (2/11/2026). Aksi serupa sebelumnya juga telah dilakukan di sekitar KNMP Poncosari, Bantul.
Menjaga Jati Diri Bangsa Bahari
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Irwan Meilano, menekankan bahwa menjaga laut bukan sekadar soal kebersihan, tetapi menyangkut jati diri Indonesia sebagai bangsa bahari. Ia mengajak masyarakat menjadikan LAUT SEBASAH sebagai gerakan harian, dimulai dari menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai atau pantai. "Laut yang sehat dimulai dari perilaku kita di darat," tegas Irwan. Sebagai dukungan teknis, KKP menyerahkan satu unit mesin pirolisis kepada kelompok penggiat sampah binaan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara untuk mendukung teknologi pengolahan sampah dan penerapan prinsip ekonomi sirkular berbasis 3R (reduce, reuse, recycle).
PPS Nizam Zachman memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas perikanan nasional, sehingga pencegahannya memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Program LAUT SEBASAH ini mendorong pengendalian sampah dari empat kawasan sumber utama, yaitu sungai, pesisir, pulau-pulau kecil, serta wilayah pelabuhan dan laut. Pendekatan ini mengedepankan pencegahan dan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab untuk memastikan laut Indonesia tetap sehat dan produktif untuk generasi mendatang.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

81 Saham HSC Resmi Keluar dari IHSG, Bos BEI Jelaskan Dampak pada Indeks

Menperin Sarmuji: Industri Manufaktur Nasional Berpeluang Terus Ekspansif dan Ciptakan Lapangan Kerja

BEI dan DDTC Evaluasi Insentif Pajak, Dorong Emiten Naik Kelas dan Kuat
