81 Saham HSC Resmi Keluar dari IHSG, Bos BEI Jelaskan Dampak pada Indeks
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara resmi tidak lagi memasukkan saham-saham berkepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) mulai perdagangan Senin, 2 November 2026. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengonfirmasi bahwa seluruh 81 saham HSC tersebut telah dieksekusi dari mesin perhitungan indeks tepat setelah penutupan pasar pada Jumat, 30 Oktober 2026. Langkah strategis ini menandai perubahan struktural penting dalam kalkulasi indeks acuan pasar saham Indonesia, di mana bobot saham HSC didistribusikan ulang kepada konstituen lainnya, mempersempit total saham yang diperhitungkan di IHSG menjadi 837 saham.
Konteks Reformasi Indeks dan Distribusi Bobot
Kebijakan penghapusan saham HSC dari IHSG merupakan kelanjutan dari langkah sebelumnya yang mengecualikan saham-same dari indeks IDX30, LQ45, dan IDX80. Jeffrey menegaskan bahwa perubahan ini tidak dirancang untuk memicu fluktuasi drastis, baik lonjakan maupun penurunan tajam, pada indeks acuan. Dalam implementasinya, mekanisme distribusi bobot dilakukan secara proporsional ke sisa saham konstituen, sehingga menjaga keseimbangan representasi pasar tetap terjaga.
Respons Pasar pada Perdagangan Pertama
Respons pasar pada sesi pertama pascaperubahan tampak dinamis namun terkontrol. Pada pembukaan, IHSG melemah 0,35% ke level 5.039,54, sebelum mengalami tekanan lebih lanjut dan menyentuh titik terendah harian di 4.981,52 atau koreksi 1,49%. Namun, indeks segera berbalik arah secara bertahap, menguat 132,69 poin atau 2,66% dari level terendahnya, sehingga bertahan di atas psikologis 5.100 dengan rentang harian 134,96 poin.
Menanggapi volatilitas tersebut, Jeffrey menyebut pergerakan harian sebagai dinamika wajar karena mekanisme pasar sedang bekerja. Ia menambahkan bahwa sebagian data vendor mungkin belum terkoordinasi sepenuhnya pada hari pertama, namun secara fundamental, struktur indeks telah diperbaharui untuk mencerminkan konsentrasi kepemilikan yang lebih sehat dan representatif bagi investor domestik maupun internasional.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Robert Budi Hartono Kembali Jadi Orang Terkaya RI, Kekayaan Capai US$12,2 Miliar

Emiten TAPG Bagi Dividen Interim Rp1,39 T, Rekaman pada 12 November 2026

IHSG Raih Penguatan 0,95% di Sesi I, Asing Borong 10 Saham Ini Meski Catat Net Sell
