Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kebocoran Data 5,7 Juta Pelanggan, Fore Kopi Lapor ke Komdigi

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Market & Saham
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Kebocoran Data 5,7 Juta Pelanggan, Fore Kopi Lapor ke Komdigi
BAGIKAN:

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) resmi melaporkan insiden kebocoran data kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setelah mendeteksi adanya akses ilegal pada salah satu platform pengelolaan data perusahaan. Berdasarkan investigasi awal, kejadian tersebut berdampak pada sekitar 5,7 juta akun pelanggan. Manajemen Fore mengungkap bahwa temuan ini berasal dari investigasi internal yang mencurigai aktivitas tidak wajar, di mana perusahaan berhasil menghentikan akses ilegal dan mengamankan sistem dalam waktu 24 jam sejak deteksi pertama. Untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif, Fore menunjuk konsultan keamanan siber profesional guna melakukan investigasi forensik secara menyeluruh, yang mencakup aplikasi utama, platform terkait, serta sistem teknologi informasi lainnya yang relevan hingga saat ini.

Dampak pada Data Pelanggan dan Langkah Mitigasi

Menurut keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, data yang berpotensi diakses pihak tidak berwenang bervariasi antar pengguna, mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat terdaftar, *hashed* PIN, hingga riwayat pembelian. Namun, CEO PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Vico Lomar, menegaskan bahwa aplikasi Fore tidak pernah meminta atau menyimpan Nomor Induk Kependudukan (NIK), foto Kartu Tanda Penduduk, maupun detail pembayaran seperti kartu kredit yang tersimpan di platform terpisah. Sebagai tindak lanjut, perusahaan telah memperbarui platform ke versi terbaru, memperbaiki kerentanan, serta menerapkan autentikasi dua faktor (2FA) saat login dari perangkat baru untuk memperkuat perlindungan akun.

Apologi dan Himbauan Waspada ke Konsumen

Vico Lomar menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada pelanggan yang terdampak, mengakui bahwa kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen. Ia menegaskan bahwa melindungi data pelanggan merupakan tanggung jawab utama perusahaan, dan saat ini fokus utama mereka adalah mendukung pemulihan serta penguatan tata kelola keamanan. Meskipun hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyalahgunaan informasi yang bocor, manajemen terus mengawasi situasi dengan ketat.

Fore secara aktif menghubungi pelanggan yang terdampak dengan instruksi untuk segera mengganti PIN atau membuatnya baru jika belum ada. Konsumen yang menggunakan PIN serupa di akun lain juga didorong untuk melakukan penggantian secara mandiri. Selain itu, perusahaan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap skema penipuan yang mengatasnamakan Fore melalui telepon, SMS, email, atau WhatsApp, serta menegaskan agar tidak memberikan PIN maupun kode OTP kepada pihak mana pun untuk mencegah potensi kerugian lebih lanjut.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ