Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Balik Arah Menguat 1,13% ke 5.114 Pagi Ini, Didorong Antisipasi Agenda Ekonomi Global

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

IHSG Balik Arah Menguat 1,13% ke 5.114 Pagi Ini, Didorong Antisipasi Agenda Ekonomi Global
BAGIKAN:

Nasabah dan investor pasar modal Indonesia tersenyum lega setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah ke zona hijau pada perdagangan sesi I Senin (2/11/2026). Tercatat pada pukul 11:02 WIB, indeks acuan tersebut menguat 57,16 poin atau 1,13% ke level 5.114,21, berbanding terbalik dari pembukaan yang melemah 0,35%. Dari level terendah harian di 4.981,52 yang sempat menembus bawah 5.000, IHSG mampu mencatatkan penguatan signifikan sebesar 132,69 poin atau 2,66% hingga posisi terkini. Penguatan ini memastikan indeks bertahan di atas level psikologis 5.100, dengan aktivitas perdagangan yang solid ditunjukkan oleh volume transaksi 169,28 juta lot dan nilai transaksi mencapai Rp5,33 triliun.

Tantangan Fundamental Domestik dan Global

Momentum positif ini hadir di tengah pekan krusial bagi pasar keuangan, di mana investor sedang mencermati rilis data makroekonomi penting dari dalam negeri dan Amerika Serikat. Dari sisi domestik, perhatian tertuju pada data inflasi Oktober 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), yang secara konsensus diproyeksikan naik 0,24% secara bulanan. Di sisi lain, Indeks Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia juga menjadi sorotan setelah kembali ke zona ekspansi pada bulan September. Sentimen pasar turut diwarnai kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang secara resmi mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG, sebuah langkah yang menurut Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, bertujuan menjaga kualitas konstituen indeks tanpa memicu volatilitas ekstrem.

Di pasar global, pelaku bisnis dan investor menatap dengan ketat jalannya pemilu sela Amerika Serikat pada Selasa (3/11/2026), yang dinilai akan berdampak pada arah kebijakan fiskal Presiden Donald Trump. Hasil survei terbaru menunjukkan Demokrat unggul dalam preferensi pemilih terdaftar, menjadikannya variabel penentu penting bagi arus modal asing. Kelanjutan momentum penguatan IHSG ke sesi sore akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyerap dampak politik global serta data-data fundamental yang dirilis sepanjang pekan ini, termasuk laporan tenaga kerja AS yang dijadwalkan hadir menjelang akhir minggu.

Fokus Data Ekonomi Kunci

Agenda minggu ini semakin padat dengan rilis data manufaktur dan jasa dari AS serta China, yang bersama-sama membentuk peta kekuatan permintaan global. Data PMI Manufaktur China bulan September telah menunjukkan ekspansi terkuat sejak April, sementara data PMI AS tetap berada di zona ekspansi meskipun menunjukkan perlambatan tipis. Rangkaian data ini menjadi indikator vital bagi arah pergerakan nilai tukar rupiah dan imbal hasil obligasi. Dengan kombinasi penguatan teknis IHSG saat ini dan fundamental yang padat, pasar diperkirakan akan tetap volatil namun memiliki ruang manuver yang lebih jelas menjelang akhir pekan, memberikan peluang bagi investor untuk mereposisi portofolio mereka berdasarkan hasil rilis data resmi.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ