Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

GOTO Rekor Laba Bersih Rp441 Miliar di Kuartal III-2026, GoPay jadi Penopang Utama

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Market & Saham
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

GOTO Rekor Laba Bersih Rp441 Miliar di Kuartal III-2026, GoPay jadi Penopang Utama
BAGIKAN:

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp441 miliar pada kuartal III-2026, berbalik untung dari posisi rugi Rp255 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini ditopang signifikan oleh unit bisnis Fintech GoPay, yang terus meningkatkan kontribusinya di tengah tekanan profitabilitas yang dihadapi layanan On-demand Services (ODS) Gojek akibat pemberlakuan batas komisi 8% pada layanan transportasi roda dua.

Pencapaian laba bersih tiga kuartal berturut-turut ini menunjukkan resiliensi ekosistem GOTO dalam menghadapi dinamika regulasi pasar. Meskipun GoRide mengalami tekanan, performa solid di sektor keuangan digital berhasil mengkompensasi penurunan margin, menjaga momentum pertumbuhan grup secara keseluruhan di tengah lanskap kompetisi industri teknologi yang ketat.

Regulasi 8% GoRide dan Perbaikan Kinerja EBITDA

Kuartal III-2026 merupakan periode pertama penerapan penuh komisi maksimal 8% pada layanan GoRide. Meski sempat mencatatkan EBITDA yang disesuaikan negatif pada bulan Juli, kinerja layanan ini perlahan membaik dan bergerak menuju titik impas. Secara agregat, EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat signifikan sebesar 84% YoY menjadi Rp950 miliar, angka yang telah memperhitungkan dampak regulasi komisi tersebut selama satu kuartal penuh. Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, menegaskan bahwa hasil impresif ini dicapai di tengah berbagai tantangan operasional dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan regulasi di masa depan, termasuk aturan implementasi layanan pengantaran, GOTO memperlebar rentang pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk bisnis on-demand services menjadi Rp1,4-1,6 triliun, naik dari sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun. Sementara itu, untuk sektor teknologi finansial, pedoman EBITDA dinaikkan menjadi Rp1,9-2,0 triliun. Kombinasi kedua segmen ini mendorong GOTO meningkatkan pedoman EBITDA grup keseluruhan menjadi Rp3,5-3,7 triliun untuk tahun 2026.

Momentum Ekosistem dan Prospek Keberlanjutan Laba

Leo dari NH Korindo Sekuritas menilai bahwa kesuksesan GOTO harus dilihat dari perspektif satu kesatuan ekosistem digital terbesar di Indonesia yang menaungi 72,5 juta basis konsumen serta jutaan mitra pengemudi dan merchant. "GOTO terdiri dari Gojek dan GoPay. Ketika salah satu bisnis menghadapi tekanan, pertumbuhan bisnis lainnya membantu menjaga kinerja grup..." ujar Leonardo Lijuwardi. Menurut analis tersebut, kunci keberlanjutan laba terletak pada kemampuan menjaga momentum GoPay untuk mendukung perbaikan GoRide secara simultan.

  • Laba Bersih: Rp441 miliar (balik dari rugi Rp255 miliar YoY).
  • EBITDA Grup (disesuaikan): Rp950 miliar (naik 84% YoY).
  • Pedoman EBITDA ODS: Dinaikkan menjadi Rp1,4-1,6 triliun.
  • Pedoman EBITDA Grup: Dinaikkan menjadi Rp3,5-3,7 triliun.

Bagi para investor, keterhubungan luas dalam ekosistem GOTO membuka peluang strategis untuk meningkatkan frekuensi transaksi dan efisiensi jangka panjang. Keberhasilan mencetak laba tiga kuartal beruntun kini harus ditopang oleh penguatan kualitas layanan bagi konsumen serta dukungan pendapatan bagi mitra pengemudi dan merchant, guna memastikan kemampuan GoTo dalam menghasilkan laba serta arus kas yang stabil dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ