Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun, Transformasi TLKM 30 Dorong Pertumbuhan Digital
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil menutup kuartal III 2026 dengan performa keuangan yang solid, membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun atau tumbuh 3,5 persen secara tahunan.
- Penguatan kinerja ini didorong oleh lonjakan bisnis Data, Internet & IT Services yang naik 8,3 persen menjadi Rp71,5 triliun, sekaligus menandai keberlanjutan eksekusi strategi transformasi TLKM 30.
- Pertumbuhan Tiga Segmen Bisnis Utama Pencapaian positif juga terlihat pada tiga segmen bisnis utama lainnya.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil menutup kuartal III 2026 dengan performa keuangan yang solid, membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun atau tumbuh 3,5 persen secara tahunan. Penguatan kinerja ini didorong oleh lonjakan bisnis Data, Internet & IT Services yang naik 8,3 persen menjadi Rp71,5 triliun, sekaligus menandai keberlanjutan eksekusi strategi transformasi TLKM 30. Nanang Hendarno, Direktur Utama Telkom, menegaskan bahwa transformasi ini berfokus pada penguatan fundamental bisnis serta adaptasi terhadap meningkatnya konsumsi layanan digital masyarakat yang membutuhkan infrastruktur lebih andal dan terintegrasi.
Pertumbuhan Tiga Segmen Bisnis Utama
Pencapaian positif juga terlihat pada tiga segmen bisnis utama lainnya. Di segmen B2C, pendapatan mobile dan fixed broadband mencapai Rp81,6 triliun, dengan Telkomsel mencetak ARPU seluler sebesar Rp45.400. Segmen B2B Infrastructure tumbuh 5,5 persen menjadi Rp7,1 triliun, didukung ekspansi agresif NeutraDC yang melesat 17 persen YoY berkat tingginya kebutuhan komputasi AI. Sementara itu, segmen B2B ICT naik 3,1 persen menjadi Rp11,2 triliun, dipicu pertumbuhan pelanggan Indibiz yang kini mencapai 771,1 ribu.
- NeutraDC: EBITDA naik 35 persen YoY dengan margin 40,9 persen, menargetkan kapasitas data center hingga 400 MW.
- Segmen International: Pendapatan naik 5,8 persen menjadi Rp8,9 triliun, didukung penguatan jaringan kabel laut seperti proyek ICE 1 dan INSICA.
Prioritas Streamlining dan Optimisasi Aset
Untuk mempercepat efisiensi, TelkomGroup memprioritaskan inisiatif Streamlining dengan merampungkan penataan 14 entitas melalui divestasi, penutupan, dan penggabungan. Realisasi capex mencapai Rp15,7 triliun, dengan 94,3 persennya dialokasikan untuk segmen B2C dan B2B Infrastructure. Salah satu tonggak penting transformasi ini adalah rampungnya pemisahan aset wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026. Langkah ini memungkinkan pengembangan jaringan melalui model carrier-neutral dan open-access, yang diyakini akan memperkuat posisi strategis infrastruktur digital Indonesia di tingkat regional dan global, sekaligus menutup tahun 2026 dengan kinerja yang lebih prima.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

IHSG Ditembus Support Krusial, Analis Proyeksi Koreksi Lanjut ke Level 4.763

OJK Cabut Izin Usaha BPR Agritrans Batumarta Sumsel, LPS Ambil Alih Proses Likuidasi

Raffi Ahmad Hadapi Kisruh RANS Carnival: Manajemen Klaim Tak Ada Pengarahan Warga
