Ihsg Anjlok 2,62% di Sesi I, Bursa Asia Terdiversifikasi dengan Koreksi Kospi Terdalam
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Ihsg ditutup melemah signifikan pada sesi pertama perdagangan Selasa (3/11/2026), tertekan hingga level 4.963,06 atau turun 133,77 poin setara 2,62%.
- Pergerakan ini terjadi setelah indeks sempat dibuka menguat di 5.126,53 dan menyentuh titik tertinggi harian di 5.143,58.
- Menjelang pukul 11.00 WIB, Ihsg menyentuh titik terendah harian di 4.950,55, atau terpangkas sekitar 3% dari level tertingginya.
Ihsg ditutup melemah signifikan pada sesi pertama perdagangan Selasa (3/11/2026), tertekan hingga level 4.963,06 atau turun 133,77 poin setara 2,62%. Pergerakan ini terjadi setelah indeks sempat dibuka menguat di 5.126,53 dan menyentuh titik tertinggi harian di 5.143,58. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama; indeks berbalik arah dan terus bergerak turun, bahkan sempat mencoba rebound ke area 5.040-an pada pukul 10.00 WIB sebelum kembali tertekan ke bawah level psikologis 5.000.
Menjelang pukul 11.00 WIB, Ihsg menyentuh titik terendah harian di 4.950,55, atau terpangkas sekitar 3% dari level tertingginya. Dari sisi aktivitas, volume perdagangan tercatat sebesar 137,99 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp5,36 triliun. Tekanan jual yang dominan menyebabkan pergerakan bursa regional Asia Pasifik menjadi variatif, di mana beberapa indeks utama melemah sementara beberapa lainnya justru menguat.
Tekanan Berat Bursa Asia: Kospi Anjlok 3,74%
Kinerja pasar Asia pada hari ini didominasi oleh sentimen negatif, dengan tekanan paling dalam terjadi pada bursa Korea Selatan. Mengutip data dari CNBC Internasional, indeks Kospi anjlok 3,74% atau kehilangan 219,41 poin ke level 5.639,67 pada pukul 13.33 waktu Jepang (JST). Pelemahan ini menandakan adanya koreksi signifikan yang memengaruhi sentimen investor regional secara langsung.
Di kawasan lain, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,33% ke level 63.081,86, sementara di bursa China, Shanghai Composite turun 0,71% dan Shenzhen Component terkoreksi 0,16%. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan jual yang merata di sebagian besar pasar Asia, meskipun dengan magnitudo yang berbeda-beda di setiap negara.
Respons Pasar: Penguatan Terbatas di Hong Kong dan Australia
Sebaliknya, beberapa bursa berhasil menunjukkan performa positif di tengah dominasi koreksi regional. Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong menguat 0,52% atau naik 121,97 poin ke level 23.515,29 pada pukul 12.05 waktu China. Penguatan juga terjadi di bursa Australia, di mana indeks S&P/ASX 200 naik 0,33% atau bertambah 29,40 poin ke posisi 8.885,90. Pergerakan diversifikasi ini mengindikasikan bahwa investor masih melakukan rotasi aset secara selektif di tengah ketidakpastian pasar global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar

Respons Keras Publik, KAI Batalkan Rencana Perubahan Nama Rute Kereta di Gapeka 2026
