Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Dispusip DKI Dorong Duta Literasi Sekolah Jadi Katalisator Budaya Baca via Book Camp 2026

PendidikanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dispusip DKI Dorong Duta Literasi Sekolah Jadi Katalisator Budaya Baca via Book Camp 2026
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dispusip DKI untuk tidak hanya memfasilitasi akses terhadap buku, tetapi juga membentuk agen perubahan sosial.
  • Kurikulum pembekalan mencakup pembangunan karakter, pengembangan citra diri, teknik public speaking, hingga kepenulisan.
  • Pendekatan ini dirancang untuk memperluas definisi literasi yang dipahami peserta.

Nasrudin Djoko Surjono, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, menegaskan bahwa Duta Literasi Sekolah memegang peran strategis sebagai penggerak utama minat baca di kalangan generasi muda. Pernyataan ini disampaikannya saat resmi membuka Book Camp 2026 di Jakarta, Senin, dengan menekankan perlunya penguatan kapasitas agar para duta tersebut mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dispusip DKI untuk tidak hanya memfasilitasi akses terhadap buku, tetapi juga membentuk agen perubahan sosial. Nasrudin menjelaskan bahwa Duta Literasi bukan sekadar penggerak kegiatan, melainkan teladan atau role model yang menjadi rujukan bagi rekan-rekan sebaya mereka dalam menginternalisasi nilai-nilai literasi sejak dini.

Pendalaman Kapasitas dari Public Speaking hingga Berpikir Kritis

Dalam kerangka Book Camp 2026 yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Utara dengan tema "Beyond the Pages", peserta dibekali dengan berbagai keterampilan komprehensif. Kurikulum pembekalan mencakup pembangunan karakter, pengembangan citra diri, teknik public speaking, hingga kepenulisan. Pendekatan ini dirancang untuk memperluas definisi literasi yang dipahami peserta. Bagi Nasrudin, literasi tidak terbatas pada aktivitas membaca fisik, melainkan mencakup kemampuan berpikir kritis, pengembangan kreativitas, serta peningkatan kepedulian sosial. "Literasi adalah sarana menumbuhkan empati dan karakter kepemimpinan masa depan," ujarnya.

Peserta diharapkan dapat memanfaatkan ruang belajar ini untuk memperluas jejaring serta membawa perubahan positif di masyarakat. Secara teknis, kegiatan ini diikuti oleh 85 Duta Pelajar Sekolah yang mewakili 40 SMA sederajat di wilayah Jakarta Utara. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada 2-4 November 2026.

Membangun Jejaring dan Dampak Jangka Panjang

Keikutsertaan 85 pelajar dari 40 sekolah ini menandakan jangkauan program yang cukup luas di wilayah utara Ibu Kota. Melalui interaksi lintas sekolah, para Duta Literasi diharapkan dapat membentuk komunitas belajar yang solid dan saling menginspirasi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan minat baca dan literasi siswa melalui berbagai inisiatif seperti program "Karedok" dan kehadiran "JALI" dari Duta Bahasa DKI sebelumnya.

Dengan pembekalan yang terstruktur dan mendalam, Dispusip DKI berharap para Duta Literasi dapat kembali ke sekolah masing-masing dengan kompetensi yang lebih matang. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam mengedukasi teman sebaya dan masyarakat sekitar bahwa literasi adalah fondasi penting bagi kemandirian dan kemajuan berpikir. Inisiatif ini menjadi bukti konkret bahwa investasi terhadap sumber daya manusia literat adalah langkah krusial dalam membangun masa depan bangsa yang lebih cerdas dan empatik.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ