Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Targetkan Tuntas 2028, Disdikpora Cianjur Perbaiki Ribuan Ruang Kelas melalui Kolaborasi Multisektor

PendidikanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Targetkan Tuntas 2028, Disdikpora Cianjur Perbaiki Ribuan Ruang Kelas melalui Kolaborasi Multisektor
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Langkah ini dimaksudkan agar tidak ada lagi sekolah atau ruang kelas yang tidak layak pakai pada tahun 2029.
  • Kondisi kerusakan ini tidak hanya disebabkan oleh proses alam, tetapi juga diperburuk oleh dampak bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
  • Pemetaan menyeluruh telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, mengidentifikasi ribuan unit bangunan SD dan SMP yang membutuhkan intervensi.

Ruhli Solehudin, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melakukan percepatan penanganan infrastruktur sekolah yang rusak. Dengan lebih dari 7.000 ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan akibat faktor usia dan bencana alam, Disdikpora Cianjur meluncurkan strategi percepatan perbaikan dengan target besar: seluruh kerusakan di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dapat diatasi secara tuntas pada tahun 2028. Langkah ini dimaksudkan agar tidak ada lagi sekolah atau ruang kelas yang tidak layak pakai pada tahun 2029.

Kondisi kerusakan ini tidak hanya disebabkan oleh proses alam, tetapi juga diperburuk oleh dampak bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Pemetaan menyeluruh telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, mengidentifikasi ribuan unit bangunan SD dan SMP yang membutuhkan intervensi. Ruhli Solehudin menjelaskan bahwa dominasi kerusakan terletak pada ruang kelas SD, sehingga menjadi fokus utama pengalokasian anggaran dan sumber daya.

Strategi Pendanaan dan Kolaborasi Multisektor

Untuk mewujudkan target percepatan tersebut, Disdikpora Cianjur tidak hanya bergantung pada satu sumber pendanaan. Mereka mengoptimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, mengajukan bantuan provinsi (banprov) ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta menggandeng perusahaan swasta di Cianjur. Kerjasama dengan sektor swasta ini difokuskan untuk membantu pembangunan sekolah dan penyediaan sarana prasarana penunjang, terutama meja dan kursi. Ruhli memproyeksikan perbaikan 100 hingga 200 ruang kelas per tahun secara rutin, dengan target peningkatan signifikan menjadi sekitar 500 ruang kelas yang akan diperbaiki pada tahun depan melalui berbagai sumber kombinasi ini.

Kolaborasi ini dianggap krusial mengingat jumlah kerusakan yang masif. Upaya ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin hak pendidikan yang aman dan layak bagi seluruh warga Cianjur. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Disdikpora berupaya memotong birokrasi pendanaan dan mempercepat eksekusi perbaikan di lapangan.

Dampak Humaniora dan Harapan Siswa

Kondisi infrastruktur sekolah yang rusak telah berdampak nyata pada kualitas pendidikan dan keamanan siswa. Di SDN Karyamukti, Kecamatan Campaka, 16 siswa dari kelas 5 dan 6 terpaksa belajar di dalam tenda selama tiga tahun terakhir karena ruang kelas mereka rata dengan tanah akibat bencana. Kepala sekolah setempat, Ninu Parwati, mengungkapkan bahwa sekolah yang berdiri sejak 1965 itu memiliki enam ruangan, di mana lima ruangan digunakan untuk kelas dan satu untuk kantor guru. "Kami berharap pembangunan segera dilakukan karena kasihan anak didik yang terpaksa belajar di bawah tenda sejak tiga tahun terakhir, ketika ada ruangan kondisinya sudah tidak layak dan rawan ambruk," ujarnya. Situasi ini menggambarkan urgensi perbaikan yang tidak bisa ditunda lebih lama lagi.

Kasus SDN Karyamukti menjadi representatif dari puluhan sekolah lain yang kondisi bangunannya terancam. Data Disdikpora sebelumnya menunjukkan bahwa 2.500 ruang kelas SD di Cianjur mengalami kerusakan berat. percepatan program 2028 diharapkan dapat mengatasi backlog kerusakan ini, memastikan setiap siswa dapat menempati ruang kelas yang aman, layak, dan mendukung proses belajar mengajar tanpa risiko keselamatan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ