Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

KKP Dorong Kolaborasi Industri untuk Transformasi Kurikulum Vokasi Perikanan Menuju Masa Depan

PendidikanBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

KKP Dorong Kolaborasi Industri untuk Transformasi Kurikulum Vokasi Perikanan Menuju Masa Depan
BAGIKAN:

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi mendorong keterlibatan aktif pelaku industri dalam penyusunan kurikulum pendidikan vokasi kelautan dan perikanan. Langkah strategis ini bertujuan memastikan kompetensi lulusan sepenuhnya selaras dengan kebutuhan nyata di dunia usaha dan dunia kerja, seiring pesatnya dinamika teknologi dan transformasi industri maritim yang berlangsung global.

Irwan Meilano, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, menekankan pentingnya kolaborasi ini saat menghadiri acara Vocational Goes To Actors (VOGA) 2026 di Jakarta, Selasa. Ia menegaskan bahwa perubahan teknologi yang cepat menuntut lembaga pendidikan untuk tidak lagi berjalan sendiri, melainkan harus menjalin kemitraan erat dengan sektor bisnis guna membentuk tenaga kerja yang adaptif dan relevan dengan standar industri modern.

Kolaborasi Co-Design Kurikulum dan Pelibatan Industri

Sebagai bagian dari transformasi pendidikan, KKP telah membentuk Ocean Institute of Indonesia (OII) melalui penggabungan 11 perguruan tinggi dan politeknik di bawah naungan kementerian. Melalui OII, KKP menginisiasi sistem co-design kurikulum, di mana pelaku industri menjadi komponen kunci dalam merancang materi pembelajaran. Selain itu, KKP membuka peluang luas bagi dunia usaha untuk mengintegrasikan mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar langsung di lingkungan industri, serta membuka pintu bagi praktisi untuk mengajar sebagai dosen tamu.

Irwan Meilano menegaskan komitmen keterlibatan industri ini dengan menyatakan: "Kami sangat ingin melihat bahwa kurikulum yang dibangun di setiap kampus itu co-design, didesain bersama dengan Bapak-Ibu sekalian. Bapak-Ibu dari dunia usaha akan menjadi komponen penting dalam membangun kurikulum tersebut."

Antisipasi Profesi Baru dan Dampak Strategis Nasional

Kolaborasi ini merupakan langkah antisipatif untuk menghadapi perubahan struktur tenaga kerja yang dipengaruhi oleh otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), serta meningkatnya tuntutan keberlanjutan dan ketertelusuran produk perikanan global. Perubahan ini telah menciptakan kebutuhan akan profesi baru yang spesifik, seperti:

  • Operator pakan otomatis untuk manajemen budi daya modern;
  • TeKnisi sistem budi daya yang memahami integrasi teknologi;
  • Analis data satelit untuk pemantauan sumber daya ikan;
  • Pilot drone untuk survei pesisir dan perikanan presisi.

Dengan mendorong riset vokasi yang berorientasi pada inovasi terapan guna menjawab kebutuhan industri, KKP memastikan ketersediaan SDM kompeten menjadi fondasi utama untuk mendukung pelaksanaan keenam program prioritas nasional. Lulusan vokasi yang adaptif dan menguasai teknologi baru akan menjadi pilar penting dalam mengakselerasi transformasi ekonomi biru Indonesia ke depan.

BERITA TERKAIT (Pendidikan)

Meow! Tanya Nesi!
😸