Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar: Sekolah Rakyat Akhiri Era Putus Sekolah Karena Miskin
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Najmul Akhyar , Bupati Lombok Utara, menegaskan komitmen tegas bahwa tidak akan ada lagi anak di wilayahnya yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi melalui implementasi Program Sekolah Rakyat.
- Pernyataan ini disampaikan saat meresmikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Lombok Utara, menandai dimulainya era baru pendidikan inklusif di Nusa Tenggara Barat.
- Dalam acara yang berlangsung Senin itu, Najmul menyatakan bahwa hadirnya sekolah khusus ini menjawab akar permasalahan kemiskinan yang sering kali memaksa anak untuk meninggalkan bangku pendidikan.
Najmul Akhyar, Bupati Lombok Utara, menegaskan komitmen tegas bahwa tidak akan ada lagi anak di wilayahnya yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi melalui implementasi Program Sekolah Rakyat. Pernyataan ini disampaikan saat meresmikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Lombok Utara, menandai dimulainya era baru pendidikan inklusif di Nusa Tenggara Barat.
Dalam acara yang berlangsung Senin itu, Najmul menyatakan bahwa hadirnya sekolah khusus ini menjawab akar permasalahan kemiskinan yang sering kali memaksa anak untuk meninggalkan bangku pendidikan. Ia mengapresiasi peran Kementerian Sosial serta pemerintah pusat, yang menilai pembukaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol harapan strategis negara untuk memastikan akses pendidikan yang berkeadilan tanpa dibatasi faktor sosial-ekonomi.
Kebebasan Biaya dan Dukungan Penuh bagi Keluarga Prasejahtera
Najmul menjamin bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini gratis dari segala bentuk pungutan, sehingga orang tua tidak memikul beban finansial. "Ada kesempatan yang sangat baik untuk anak-anak Bapak Ibu bisa bersekolah di tempat yang layak dan saya jamin berkualitas," tegasnya. Sebagai informasi tambahan, Sekolah Terintegrasi I Lombok Utara ini menampung total 595 siswa dengan rincian distribusi ke jenjang pendidikan sebagai berikut:
- 145 siswa di jenjang Sekolah Dasar (SD).
- 245 siswa di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
- 210 siswa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Secara demografis, 270 siswa berasal dari Kabupaten Lombok Utara, sementara sisanya merupakan perwakilan dari Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kabupaten Sumbawa. Dari sisi kapasitas SDM, institusi ini didukung oleh 50 guru definitif, 24 tenaga kependidikan, serta tambahan 32 guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) hasil seleksi nasional tahun 2024.
MPLS Digelar dengan Kehadiran Gubernur dan Fokus pada Pembentukan Karakter
Kegiatan MPLS ini turut dihadiri oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Bupati Kusmalahari Syamsuri, serta perwakilan Kementerian Sosial. Najmul turut menitipkan pesan moral kepada para pendidik untuk tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter siswa dengan kesabaran dan kasih sayang. "Kenalkanlah kepada mereka potensi serta kebutuhan mereka, karena setiap anak memiliki kemampuan dan keistimewaan yang berbeda," pesan Najmul. Pemkab Lombok Utara berkomitmen penuh mendukung program ini melalui kolaborasi lintas level pemerintahan untuk menjadikan sekolah tersebut sebagai wadah lahirnya prestasi anak-anak NTB.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Tanggul Pidie Jaya: 137 Sungai Terancam Sedimentasi, Percepatan Pengerukan Jadi Kunci

Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo Terbongkar, Tiga Jenderal Aktif Polri Jadi Tersangka

Pertukaran Pemuda Indonesia-Shanxi Dimulai: Jelajahi Warisan Budaya dan Sejarah Kota Kuno Pingyao
