Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf Pasca-Deklarasi Sumpah Pemuda di Thamrin
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Kepolisian Daerah Metro Jaya secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik menyusul polemik yang muncul dari penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026. Langkah ini diambil setelah kegiatan tersebut memicu beragam reaksi dan sorotan luas di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan bahwa institusinya menerima segala bentuk kritik dengan sikap terbuka untuk dijadikan bahan evaluasi internal. Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi pada Sabtu (31/10).
Klarifikasi Kehadiran Tokoh Publik
Sejumlah nama tenar tercatat menghadiri acara yang berlangsung di depan Pos Polisi Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10) tersebut. Di antara figur yang hadir adalah Willie Salim selaku kreator konten serta Raffi Ahmad yang menyandang jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Budi Hermanto mengklarifikasi bahwa kehadiran kedua tokoh itu bukan atas inisiatif pribadi semata, melainkan berdasarkan undangan resmi dari pihak kepolisian selaku panitia pelaksana. Ia memastikan bahwa keduanya memiliki niat baik dalam rangka memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang mengangkat tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia".
Komitmen Evaluasi dan Persatuan
Pihak kepolisian menekankan pentingnya menjaga nilai persatuan yang menjadi warisan utama dari peristiwa Sumpah Pemuda. Budi menyebutkan bahwa semangat kebersamaan tersebut harus dirawat bersama oleh seluruh komponen bangsa.
- Deklarasi diselenggarakan pada Kamis (29/10) di depan Pospol Thamrin, Jakarta Pusat.
- Tema yang diusung adalah "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia" untuk menandai Hari Sumpah Pemuda ke-98.
- Raffi Ahmad dan Willie Salim dipastikan hadir melalui jalur undangan resmi penyelenggara.
- Polda Metro Jaya menyatakan siap menjadikan seluruh aspirasi masyarakat sebagai materi evaluasi layanan.
Institusi penegak hukum ini juga menjamin penghormatan penuh terhadap setiap pandangan yang berkembang di ruang publik. Seluruh masukan dari masyarakat diyakini akan mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepolisian di masa mendatang.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Gubernur DKI Luncurkan Duta Antihoaks, Libatkan 356 Pelajar SMA Perangi Hoaks

Puluhan Ribu Material Longsor Timbun Glamping di Bali, Dua Pengunjung Hilang dan Jalan Penghubung Terputus

Longsor Bali: 2 Jalan Amblas, 2 Penghuni Glamping Badung Masih Dicari
