Christine Lagarde Umumkan Mundur dari Jabatan Presiden ECB Lebih Awal
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Pimpinan tertinggi Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, resmi mengumumkan pengunduran diri dari kursi kepresidenan lembaga tersebut dengan efektivitas berlaku pada 7 Februari 2027. Langkah ini menggenapi pergeseran jadwal dari rencana aslinya yang semula menetapkan ia akan memimpin institusi tersebut hingga Oktober 2027.
Transisi Kepemimpinan dan Ucapan Perpisahan
Lagarde menyampaikan pengumuman tersebut langsung melalui akun media sosial resminya di platform X (@lagarde) pada Kamis (29/10). Dalam unggahannya, ia menginformasikan para kolega tentang keputusannya untuk mengakhiri masa jabatannya setelah hampir tujuh tahun mengabdi. Sejak mengambil alih tampuk pimpinan pada Juli 2019, Lagarde menyatakan kebanggaan sekaligus rasa puas karena merasa meninggalkan tugas dengan kerja yang memuaskan.
Wanita yang pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana IMF ini juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterimanya selama periode pelayanannya. "Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya dalam perjalanan ini selama tujuh tahun terakhir," sebut Lagarde, menandai akhir dari era kepemimpinannya di ECB.
Agenda Suku Bunga Terbaru
Berita pengunduran diri ini muncul di tengah jadwal reguler ECB untuk mengumumkan tingkat suku bunga terbaru hari ini. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung dengan konferensi pers yang akan dimulai pukul 14.00 waktu lokal di Frankfurt, Jerman.
- Pengumuman mundur dirilis pada akun @lagarde hari Kamis (29/10).
- Tanggal efektif pengunduran diri ditetapkan pada 7 Februari 2027, lebih awal dari batas masa jabatan Oktober 2027.
- Lagarde telah memimpin ECB sejak Juli 2019.
- ECB mengumumkan suku bunga terbaru hari ini pada konferensi pers pukul 14.00 waktu Frankfurt.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

IHSG Balik Arah Menguat 1,13% ke 5.114 Pagi Ini, Didorong Antisipasi Agenda Ekonomi Global

BPS Catat Inflasi RI Tembus 0,22% di Oktober 2026, Lebih Rendah dari Ekspektasi Pasar

IHSG Tercatat Buruk Sepuluh Tahun, 10 Saham Ini Ambruk hingga 97%
