BPS Catat Inflasi RI Tembus 0,22% di Oktober 2026, Lebih Rendah dari Ekspektasi Pasar
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa tingkat inflasi Indonesia pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,22% secara bulanan atau month-to-month (mtm). Angka ini sedikit lebih rendah daripada konsensus pasar yang dihimpun dari 12 institusi keuangan, di mana para analis memperkirakan inflasi akan mencapai 0,24% mtm. Secara akumulatif, inflasi tahun kalender 2026 telah menjangkau 2,40%, sementara inflasi tahunannya year-on-year (yoy) berada di level 3,23% pada bulan pertama kuartal IV-2026 tersebut. Data ini disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor Pusat BPS, Jakarta, pada Senin (2/11/2026).
Perkembangan Inflasi dan Faktor Penetap
Penurunan laju inflasi pada Oktober 2026 menandai akselerasi positif dibandingkan bulan September 2026 yang lebih tinggi, yakni 0,30% mtm dan 3,28% yoy. Meskipun tren inflasi melambat, konsensus pasar mencatat bahwa kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, masih menjadi potensi besar yang dapat menahan perlambatan inflasi di bulan-bulan berikutnya. Stabilitas harga komoditas pangan menjadi sorotan utama dalam menjaga agar angka inflasi tidak kembali melonjak di paruh kedua tahun 2026.
Dampak terhadap Stabilitas Ekonomi Nasional
Capaian inflasi sebesar 0,22% ini memberikan sinyal positif bagi stabilitas daya beli masyarakat dan arah kebijakan moneter di Indonesia. Keberhasilan menjaga inflasi di bawah ekspektasi pasar menunjukkan efektivitas berbagai program stabilisasi harga yang telah diterapkan oleh pemerintah dan otoritas terkait sepanjang kuartal III dan IV 2026. Namun demikian, para pengamat tetap mewaspadai fluktuasi harga pangan primer yang dapat menjadi variabel pengganggu bagi target inflasi nasional secara keseluruhan.
Dengan capaian ini, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik menghadapi dinamika harga global dan domestik. BPS akan terus memantau perkembangan harga secara ketat, terutama menjelang akhir tahun, guna memastikan bahwa inflasi tetap terkendali di rentang yang ideal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menjaga kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh pelosok nusantara./p>
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BEI Catat 23 UKM Siap IPO di 2027 Setelah Ikuti Program Pendampingan

Rapat Koordinasi Kemenko Perekonomian Bahas Percepatan Implementasi Kredit Perempuan Prasejahtera dan Penurunan Bunga Pinjaman

BEI Resmi Keluarkan Saham HSC dari IHSG, Pasar Diprediksi Stabil Tanpa Gejolak
