Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Tercatat Buruk Sepuluh Tahun, 10 Saham Ini Ambruk hingga 97%

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

IHSG Tercatat Buruk Sepuluh Tahun, 10 Saham Ini Ambruk hingga 97%
BAGIKAN:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja terburuk sepanjang tahun 2026 dengan pelemahan signifikan sebesar 16,70% pada bulan Oktober. Angka ini tidak hanya menjadi yang terendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, tetapi juga menorehkan rekor negatif jika dibandingkan dengan performa bulanan Oktober dalam satu dekade terakhir. Sebagai perbandingan, pada masa pandemi Covid-19 di tahun 2020, IHSG justru mengalami penguatan sebesar 5,30% pada periode yang sama, menyoroti betapa beratnya tekanan yang dihadapi pasar modal Indonesia tahun ini.

Tekanan Klasifikasi MSCI dan Dampaknya pada Pasar

Tekanan berat yang menghantam IHSG sepanjang Oktober 2026 dipicu oleh konsultasi publik yang diluncurkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 16 Oktober 2026. MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Meskipun rencana ini masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027, kekhawatiran investor telah memicu aksi jual besar-besaran yang menekan indeks secara keseluruhan.

Daftar Saham dengan Kinerja Terburuk

Berdasarkan statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Senin (2/11/2026), terdapat sepuluh saham yang membukukan kinerja terburuk hingga akhir Oktober 2026. PT MD Pictures Tbk. (FILM) menempati urutan pertama dengan pelemahan harga saham terdalam sebesar 97,92% secara year-to-date (Ytd), meskipun bobotnya terhadap IHSG merupakan yang terkecil di antara emiten dalam daftar tersebut. Di posisi kedua, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas mengalami penurunan sebesar 83,42% dan tercatat memiliki kontribusi pelemahan terbesar terhadap IHSG.

Daftar saham dengan kinerja buruk ini juga mencakup emiten petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang anjlok 81,71% serta PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik konglomerat Prajogo Pangestu dengan penurunan 81,49% Ytd. Sektor perbankan turut terkena dampak dengan masuknya tiga emiten besar, yaitu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), ke dalam daftar sepuluh saham paling boncos sepanjang tahun ini.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ