Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PTFI Tuan Rumah IFRC 2026 di Timika, 17 Tim Asah Kesiapsiagaan Darurat

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News & CNN Ekonomi
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

PTFI Tuan Rumah IFRC 2026 di Timika, 17 Tim Asah Kesiapsiagaan Darurat
BAGIKAN:

PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menegaskan komitmennya terhadap standar keselamatan industri dengan menjadi tuan rumah Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8. Acara yang berlangsung pada 24-31 Oktober 2026 di Timika, Papua Tengah ini, diikuti oleh 17 tim dari berbagai perusahaan di Indonesia yang siap berkompetisi dalam tantangan penyelamatan kebakaran dan tanggap darurat.

Kolaborasi Lintas Instansi dan Edukasi Publik

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menekankan bahwa penanganan keadaan darurat memerlukan sinergi kuat antara sektor swasta, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan instansi terkait. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi risiko cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino, yang meningkatkan ancaman kebakaran akibat suhu tinggi dan kondisi kering. "Semangat utama kegiatan ini adalah keselamatan, sebuah nilai fundamental yang harus menjadi bagian integral dari setiap perusahaan dan setiap individu," ujar Tony.

  • 17 tim dari berbagai perusahaan di Indonesia berpartisipasi dalam kompetisi dan tantangan fire rescue.
  • Edukasi Safety Goes to School menyasar lebih dari 1.000 pelajar SMP dan SMA di Mimika.
  • Acara diselenggarakan oleh Pertapindo untuk memperkuat kolaborasi dan budaya kesiapsiagaan.

Dukungan Pemerintah dan Peningkatan Kompetensi

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, mengapresiasi peran PTFI dalam penyelenggaraan IFRC ke-8, yang dianggap bernilai strategis untuk mempertahankan budaya keselamatan di wilayah tersebut. Ia mendorong masyarakat, khususnya pelajar di Mimika, untuk memanfaatkan kesempatan menyaksikan langsung kesiapsiagaan tim penyelamat sebagai pembelajaran masa depan. Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa IFRC harus menjadi ruang pertukaran pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi personel. "Tidak ada piala atau gelar juara yang lebih berharga daripada keselamatan setiap personel," tegas Tri Winarno.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ