Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Wamen ESDM: Lifting Minyak 2025 Tercapai, Target Produksi Tahun Ini Masih Terkendala

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Wamen ESDM: Lifting Minyak 2025 Tercapai, Target Produksi Tahun Ini Masih Terkendala
BAGIKAN:

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyatakan bahwa realisasi produksi minyak Indonesia pada 2025 berhasil melampaui target APBN. Capaian tersebut disampaikan dalam Malam Penganugerahan Penghargaan Energi Subroto Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (23/10).

Berdasarkan keterangan Yuliot yang dikutip dari Antara, target lifting minyak pada 2025 ditetapkan sebesar 605 ribu barel per hari dan terealisasi mencapai 605,3 ribu barel per hari. Ia menyebut angka tersebut sebagai capaian signifikan dalam sembilan tahun terakhir. Untuk tahun ini, pemerintah mendorong peningkatan produksi menjadi 610 ribu barel per hari, meskipun Yuliot mengakui terdapat sejumlah kendala sehingga target tersebut belum tercapai.

Selain sektor migas, pemerintah telah menerapkan mandatori bahan bakar nabati biodiesel B50 pada Juli 2026. Menurut Yuliot, implementasi B50 berfungsi sebagai diversifikasi penggunaan minyak bumi sekitar 310 ribu barel per hari. Angka ini menutup sebagian dari total konsumsi minyak nasional yang saat ini berada di level 1,6 juta barel, sementara sisanya masih dipenuhi melalui impor minyak mentah maupun produk olahan oleh berbagai badan usaha.

Di bidang ketenagalistrikan, rasio elektrifikasi nasional dilaporkan telah mencapai 99,85 persen. Yuliot menekankan bahwa perluasan jaringan hingga seluruh desa teraliri listrik merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memenuhi hak masyarakat atas energi.

Pemerintah juga tengah mendorong 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi dengan nilai investasi sekitar Rp618 triliun. Sebagian besar lokasi proyek tersebut berada di luar Pulau Jawa. Yuliot menegaskan bahwa upaya mengurangi ketergantungan impor, memperbaiki iklim investasi, serta memeratakan pasokan energi secara nasional masih harus terus dilanjutkan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ