Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ribuan Warga Israel Demo di Tel Aviv Tuntut Penyelidikan Kegagalan Keamanan 7 Oktober

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ribuan Warga Israel Demo di Tel Aviv Tuntut Penyelidikan Kegagalan Keamanan 7 Oktober
BAGIKAN:

Ribuan warga Israel turun ke jalan di Lapangan Sandera, Tel Aviv, pada hari Sabtu untuk menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas kegagalan keamanan yang memicu serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Aksi unjuk rasa ini berlangsung tiga hari menjelang pemilihan umum pertama di negara tersebut sejak perang di Gaza meletus.

Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Aljazeera, Minggu (25/10/2026), demonstrasi digagas oleh Dewan Oktober, sebuah kelompok yang dibentuk oleh keluarga-keluarga sandera yang dibawa ke Gaza tiga tahun lalu. Melalui akun X sebelum aksi digelar, kelompok tersebut menyatakan bahwa protes ini merupakan puncak perjuangan selama tiga tahun untuk mengungkap kebenaran dan membentuk komisi penyelidikan negara.

Pawai massa dilaporkan bergerak dari Lapangan Rabin menuju Lapangan Sandera. Demonstrasi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Israel. Tokoh oposisi Gadi Eisenkot dari Partai Yashar turut hadir dalam aksi tersebut. Eisenkot disebut sebagai penantang utama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari kubu kanan-tengah.

Jajak pendapat menjelang pemilu pada hari Selasa menunjukkan persaingan yang ketat antara blok kanan pimpinan Netanyahu, yang berkuasa sejak akhir 2022, dengan blok Eisenkot. Hingga saat ini, belum ada kubu yang diproyeksikan mampu meraih mayoritas kursi parlemen. Hasil pemilu ini dinilai dapat menentukan arah kebijakan luar negeri Israel, termasuk kemungkinan serangan lanjutan ke Iran, karena Eisenkot dianggap cenderung lebih enggan melancarkan aksi militer baru terhadap Teheran jika terpilih. Namun, mayoritas partai di Israel tetap memiliki kesamaan pandangan, termasuk penolakan terhadap pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Sebelum demonstrasi dimulai, Dewan Oktober telah mengirimkan surat mendesak kepada Kepala Kepolisian terkait adanya dugaan upaya provokasi dari kelompok yang berafiliasi dengan koalisi pemerintah untuk mengganggu jalannya aksi.

Tuntutan pembentukan komisi penyelidikan mandiri ditolak oleh pemerintah Netanyahu. Sebagai gantinya, pemerintah mengajukan pembentukan komisi "politik" dengan komposisi separuh anggotanya ditunjuk oleh pemerintah dan sisanya oleh oposisi. Para pemimpin oposisi menyatakan akan memboikot komisi tersebut karena anggotanya ditunjuk oleh kalangan politisi.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸