Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tiga Tahun Beroperasi, Whoosh Layani 18,2 Juta Penumpang dan Sepenuhnya Ditangani SDM Indonesia

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Tiga Tahun Beroperasi, Whoosh Layani 18,2 Juta Penumpang dan Sepenuhnya Ditangani SDM Indonesia
BAGIKAN:

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 18,2 juta penumpang telah menggunakan layanan kereta cepat Whoosh sejak beroperasi secara komersial pada 17 Oktober 2023 hingga 16 Oktober 2026. Capaian tiga tahun ini diiringi dengan peningkatan frekuensi perjalanan dari 14 menjadi 62 kali per hari, serta volume penumpang harian yang berkembang dari sekitar 9 ribu orang hingga pernah menembus lebih dari 26 ribu orang dalam satu hari.

Berdasarkan keterangan tertulis General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa yang dikutip Sabtu (24/10/2026), jumlah penumpang tahunan menunjukkan tren kenaikan. Setelah melayani sekitar 1,14 juta penumpang pada Oktober hingga Desember 2023, angka tersebut melonjak menjadi 6,06 juta sepanjang 2024 dan 6,2 juta pada 2025. Sementara itu, hingga 16 Oktober 2026, Whoosh telah mengangkut sekitar 4,86 juta penumpang. Layanan ini kini menjangkau lebih dari 500 ribu pengguna setiap bulannya.

Dari sisi keselamatan dan keandalan, KCIC menyatakan Whoosh mempertahankan catatan tanpa kecelakaan selama tiga tahun terakhir. Tingkat ketepatan waktu tercatat mencapai 99,4% dengan tingkat kepuasan pelanggan sebesar 95,95%. Selain penumpang domestik, layanan ini juga digunakan oleh lebih dari 1 juta warga negara asing, dengan sekitar 43% atau 430 ribu di antaranya berasal dari Malaysia.

Sejalan dengan peringatan tiga tahun operasional, KCIC meluncurkan Frequent Whoosher Card edisi spesial sebagai kartu langganan bagi pelanggan rutin, serta meresmikan Whoosh Prepaid Voucher yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan perusahaan maupun hadiah perjalanan. Ke depan, pengembangan akses stasiun di Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon, penguatan integrasi antarmoda, serta perluasan kerja sama dengan mitra transportasi dan pariwisata akan terus dilakukan.

Pencapaian lain yang dicatatkan adalah kemandirian operasional oleh tenaga kerja lokal. Sejak September 2026, seluruh kegiatan operasi dan perawatan Whoosh sepenuhnya ditangani oleh sumber daya manusia Indonesia. Proses transfer pengetahuan ini berlangsung bertahap sejak 2023 melalui pendampingan tenaga profesional asal China yang tergabung dalam Operation and Maintenance Consortium (OMC).

Jumlah tenaga pendamping asal China berkurang seiring meningkatnya kompetensi pegawai Indonesia, hingga seluruhnya menyelesaikan masa tugas dan kembali ke negaranya pada Agustus 2026. Menurut Eva, saat ini seluruh fungsi mulai dari masinis, pusat kendali operasi, perawatan sarana, jalan rel, jembatan, terowongan, persinyalan, telekomunikasi, hingga kelistrikan telah dijalankan secara mandiri oleh pegawai Indonesia setelah melewati tahapan pelatihan simulator, uji kompetensi, sertifikasi, dan asesmen teknis.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸