KKP Bangun 40 Ribu Budi Daya Ikan Mini RAS di Desa dan Modernisasi 4 Pelabuhan Perikanan
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membangun fasilitas budi daya ikan berbasis mini recirculating aquaculture system (Mini RAS) di 40.000 desa hingga tahun 2029. Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyatakan program ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan gizi protein ikan bagi masyarakat, sejalan dengan visi Presiden Prabowo.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada Kamis, 22/10/2026, pengembangan teknologi tersebut dilakukan setelah studi banding ke Jepang, China, hingga Eropa. Setiap titik desa ditargetkan mampu menghasilkan 30 ton ikan per tahun yang mencakup jenis nila, lele, hingga kerapu. Jika target tercapai, total produksi diperkirakan mencapai 1,2 juta ton ikan per tahun.
Program Mini RAS ini diproyeksikan berdampak pada penciptaan lapangan kerja hingga 80 ribu orang. Selain itu, rencana tersebut juga akan mendorong pengembangan industri bibit ikan hingga 15 miliar ekor serta menggerakkan industri pakan ikan terkait.
Di luar sektor budi daya, KKP tengah membangun empat pelabuhan perikanan modern bertaraf internasional. Keempat pelabuhan ini diharapkan mulai beroperasi pada akhir 2028 dengan tujuan menaikkan kelas industri penangkapan, pengolahan, serta kesejahteraan awak kapal perikanan (AKP).
Untuk mendukung penyediaan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan, KKP menggabungkan 11 politeknik vokasi binaannya menjadi satu lembaga bernama Ocean Institute of Indonesia (OII) atau Institut Kelautan Indonesia. Langkah-langkah transformasi ini secara keseluruhan ditujukan untuk memperkuat kontribusi sektor kelautan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

IHSG Balik Arah Menguat 1,13% ke 5.114 Pagi Ini, Didorong Antisipasi Agenda Ekonomi Global

BPS Catat Inflasi RI Tembus 0,22% di Oktober 2026, Lebih Rendah dari Ekspektasi Pasar

IHSG Tercatat Buruk Sepuluh Tahun, 10 Saham Ini Ambruk hingga 97%
